Bass Oil Siap Produksi Minyak dari Sumur Bunian-5

Bass Oil menyatakan produksi proyek Tangani-Sukananti bisa naik dua kali lipat dengan adanya tambahan dari sumur Bunian-5.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
28 Oktober 2019, 15:57
Bass Oil
Chevron
Ilustrasi, lapangan migas. Bass Oil menargetkan produksi minyak dari Bunian-5 bisa melipatgandakan produksi proyek Tangai-Sukananti.

Bass Oil mengumumkan sumur Bunian 5 siap berproduksi. Produksi Bunian-5 diproyeksi mencapai 750 barel per hari (bopd).

Seperti dilansir dari themarketherald.com.au, sumur Bunian-5 memiliki dua cadangan utama, TRM3 dan K-Standstones. kedua cadangan memiliki sumber daya lebih besar atau sama dengan produksi Bunian 3 ST2, yang merupakan sumur produksi utama di lapangan tersebut.

Dengan temuan tersebut, Bass Oil yakin bisa meningkatkan produksi dua kali lipat di Lapangan Bunian yang merupakan proyek KSO Tangai-Sukananti di Indonesia. Proactiveinvestors.com.au menyatakan produksi Tangani-Sukananti pada Juli 2019 rata-rata mencapai 750 barel per hari (bopd) dari empat sumur.

(Baca: Ada 70 Basin, IPA Sebut Indonesia Minim Eksplorasi Migas)

Lapangan Bunian ditemukan pada 1998. Cadangan dari lapangan tersebut diproyeksi sebesar 2.09 juta barel minyak, dengan 600 ribu barel minyak milik Bass.

Sumur Bunian-5 merupakan sumur vertikal yang dibor dari lokasi Bunian-4. Pengeboran membutuhkan waktu 23 hari dan selesai pada kedalaman 1162 meter.

Saat ini, Bass Oil menyiapkan rig untuk bisa menggabungkan produksi dari TRM3 dan K1. Sehingga sumur Bunian-5 bisa segera diproduksi setelah rig terpasang.

Bass Oil tercatat sebagai pemenang hak partisipasi sebesar 55% sekaligus operator. Sisa hak partisipasi digengam oleh Mega Adhyaksa Pratama Sukananti Ltd sebesar 45%.

(Baca: Penjualan Migas Anjlok, Laba Bersih PGN per September Turun 47%)

Video Pilihan

Artikel Terkait