Pihak Istana Jelaskan Maksud Jokowi Soal Hidup Berdamai dengan Corona

Jokowi menyebut kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bergerak fluktuatif hingga vaksin ditemukan.
Dimas Jarot Bayu
8 Mei 2020, 12:54
corona, covid-19, jokowi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/aww.
Presiden Joko Widodo mengenakan masker di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020). Jokowi meminta masyarakat hidup berdamai dengan virus corona.

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan. Pihak Istana menyebut pernyataan Jokowi sebagai imbauan agar masyarakat bisa menyesuaikan pola hidup selama pandemi corona.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan penyesuaian pola hidup diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona selama vaksin belum ditemukan. "Artinya jangan kita menyerah. Hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan," kata Bey dalam keterangannya, Jumat (5/6).

Dia juga meminta masyarakat menghentikan debat terkait penyesuaian hidup akibat Covid-19. Menurutnya, kegiatan yang produktif tetap dapat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Beberapa caranya yaitu disiplin menjaga jarak, menghindari kerumunan, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah berkegiatan di luar rumah. Pemerintah, lanjut Bey, terus berupaya menghentikan pandemi corona.

Advertisement

"Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif, Covid-19 membuat adanya penyesuaian dalam kehidupan," kata Bey.

(Baca: Pemerintah Buat Kajian Awal Pemulihan Ekonomi dari Corona Mulai 1 Juni)

Jokowi sebelumnya menyatakan kurva penyebaran corona di Indonesia tak bisa langsung melandai dalam waktu dekat. Berdasarkan prediksi beberapa ahli, kurva penyebaran corona di dalam negeri bakal bergerak fluktuatif.

Menurut dia, hal tersebut akan terus berlangsung hingga vaksin Covid-19 ditemukan. "Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Jokowi dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5).

Atas dasar itu, Kepala Negara meminta masyarakat untuk beraktivitas secara terbatas. Masyarakat, lanjutnya, tak boleh berkumpul dalam skala yang besar.

Pasalnya, masih ada warga yang bergerombol di beberapa daerah. Padahal, sudah ada imbauan untuk tidak berkumpul.

"Interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan," ujarnya.

(Baca: Jokowi Targetkan Penurunan Kurva Kasus Virus Corona Bulan Ini)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait