Perbedaan Metode Swab Antigen dengan Rapid Test untuk Deteksi Covid-19

Satgas Covid-19 menilai metode swab antigen lebih akurat dan efektif mendeteksi virus Covid-19 yang bereplikasi dalam tubuh manusia.
Merdeka.com
Oleh Merdeka.com
1 Oktober 2020, 17:05
covid-19, satgas covid-19
ANTARA FOTO/Siswowidodo/aww.
Ilustrasi, petugas kesehatan mengambil sampel darah saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 pada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun KA Madiun, Jawa Timur, Kamis (30/7/2020). Satgas Covid-19 akan menggunakan metode swab antigen untuk menggantikan rapid test dalam upaya deteksi Covid-19.

Sejak awal Covid-19 merebak, Indonesia menggunakan rapid test untuk tracing pengidap virus yang berawal dari Wuhan tersebut. Jenis sampel yang diambil dari metode rapid test adalah darah dari jari atau pembuluh vena.

Hasil akan keluar sekitar 15 menit. Reaktif atau Non Reaktif.

Namun belakangan, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Indonesia bisa menggunakan rapid test antigen. Swab antigen atau yang lebih dikenal dengan rapid test antigen merupakan metode rapid test yang direkomendasi oleh World Health Organization (WHO).

Jenis sampel yang diambil dari metode ini adalah lendir dalam hidung atau tenggorokan.

Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.

Artikel ini terbit pertama kali di:

Video Pilihan

Artikel Terkait