PTBA Bagikan Dividen 75%, Totalnya Capai Rp 3,76 Triliun

Sepanjang 2018, PTBA mencatat kenaikan laba bersih sebesar 12,3% dari tahun 2017 sebesar Rp 4,47 triliun menjadi Rp 5,02 triliun.
Image title
25 April 2019, 16:36
Bukit Asam (www.ptba.co.id)
www.ptba.co.id
Bukit Asam (www.ptba.co.id)

 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang digelar Kamis (25/4) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 3,76 triliun untuk tahun buku 2018. Jumlah dividen tunai yang dibagikan tersebut mencapai 75% dari total laba bersih tahun 2018 senilai Rp 5,02 triliun.

Selain pembagian dividen, RUPST juga memutuskan perubahan nomenklatur jabatan yang ada di susunan pengurus perusahaan. Perubahan nomenklatur jabatan yang ada yaitu nama jabatan Direktur Operasi Produksi yang diubah menjadi Direktur Operasi dan Produksi.

Lalu, Direktur SDM dan Umum berubah menjadi Direktur Sumber Daya Manusia. Dalam siaran resmi perusahaan terkait RUPST dijelaskan, perubahan nomenklatur tersebut dilakukan dalam rangka penyelarasan dan efektivitas koordinasi di internal Holding BUMN Pertambangan yang dipimpin oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

(Baca: Bukit Asam Naikkan Investasi Tahun Ini Jadi Rp 6,5 Triliun)

Advertisement

Sepanjang 2018, PTBA mencatat kenaikan laba bersih sebesar 12,3% dari tahun 2017 sebesar Rp 4,47 triliun menjadi Rp 5,02 triliun. Peningkatan ini disebabkan adanya efisiensi dan optimalisasi biaya angkut.

Pendapatan PTBA pada 2018 pun naik sebesar 5,58% dari tahun 2017 yang mencapai Rp 19,47 tirliun menjadi Rp 21,17 triliun. Pendapatan usaha terdiri dari penjualan batu bara domestik sebesar 49%, penjualan ekspor sebesar 48%, dan sisanya sebesar tiga persen diperoleh dari aktivitas usaha lainnya, seperti penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

Peningkatan pendapatan usaha juga dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batu bara 2018 yang mengalami kenaikan sebesar tiga persen, dari Rp 808.690 per ton di 2017 menjadi Rp 83.558 per ton. Kenaikan tersebut akibat kenaikan harga rata-rata batu bara Newcastle selama tahun 2018 yang cukup signifikan yaitu sebesar 21%.

(Baca: Produksi Batu Bara Bukit Asam Naik 8% di 2018)

Apalagi menurut Direktur Niaga Bukit Asam Adib Ubaidillah, PTBA juga mulai menggenjot produksi batu bara berkalori tinggi diatas enam ribu kalori. Komoditas dengan kalori tersebut tidak mengalami penurunan harga.

Rata-rata harga batu bara kalori tinggi sebesar US$ 95-100 per ton. Sedangkan, batu bara dengan kalori dibawah enam ribu memiliki harga sebesar US$ 46 dolar per ton. Nilai itu merupakan nilai terendah sejak lima tahun terakhir.

"Tahun lalu kami mulai memproduksi kualitas tinggi karena harganya tidak turun. Kondisi ini cukup membantu perusahaan," kata Adib, di Jakarta, Senin (11/3).

Sementara itu, realisasi produksi PTBA pada 2018 mencapai 26,36 juta ton. Angka ini meningkat enam persen dibandingkan pada 2017 yaitu sebesar 24,5 juta. Peningkatannya sejalan dengan kesiapan angkutan batu bara kereta api.

"Soalnya ini diangkut sama kereta api. Kami juga akan meningkatkan logistik untuk mendorong produksi kita," kata Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin.

(Baca: Susunan Baru Komisaris Bukit Asam Usai Said Didu Dicopot)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait