Punya Lima PR Besar, Wishnutama dan Angela Tanoe Diminta Tiru Portugal

Portugal sukses menjadi salah satu destinasi wisata utama di dunia.
Image title
Oleh Happy Fajrian
4 November 2019, 14:26
menteri pariwisata, wishnutama, menparekraf, pekerjaan rumah menparekraf
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Wisatawan menikmati pemandangan kawasan wisata Pantai Diamond di Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali, Sabtu (5/10/2019). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dinilai memiliki lima pekerjaan rumah besar dalam mendorong industri pariwisata nasional.

Pakar marketing pariwisata halal yang juga Ketua Bidang Analisis Kebijakan Publik Generasi Optimis (GO) Indonesia Bayu Endro Winarko menilai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio memiliki lima pekerjaan penting dalam memajukan industri pariwisata.

Untuk menyelesaikan lima pekerjaan rumah (PR) tersebut, Bayu menyarankan agar Menparekraf Wishnutama dan Wakil Menparekraf Angela Tanoesudibjo belajar dari Portugal yang sukses menjadi destinasi wisata utama di dunia (the World’s Leading Destination).

“Kita bisa mengadopsi dan mengadaptasi cara Portugal. Setidaknya arah kebijakan bisa diarahkan kepada peningkatan ekosistem usaha pariwisata, termasuk menyesuaikan dengan era Tourism 4.0,” kata Bayu di Jakarta, Senin (4/11).

Menurut Bayu lima PR Menparekraf yaitu, satu,  meningkatkan pendapatan devisa terkait pengeluaran dan lama masa tinggal wisatawan mancanegara. Dua,mengembangkan program untuk meningkatkan  kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang menurutnya masih rendah.

(Baca: Menteri Pariwisata Ingin Kembangkan Serang jadi Kawasan WIsata Halal)

Berdasarkan databoks berikut ini, kunjungan wisman Indonesia menempati posisi keempat, tertinggal dibanding negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN) lainnya seperti Thailand, Malaysia dan Singapura. Jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada 2018 hanya mencapai 15,81 juta orang, atau hanya separuh kunjungan wisman ke Thailand.

Data Badan Pusat Statistik (BPS)  juga mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2019 turun dibandingkan Agustus 2019. Tercatat jumlah wisman pada September mencapai 1,4 juta orang sedangkan pada Agustus 2019 mencapai 1,56 juta. Namun secara tahunan kunjungan wisman tercatat naik 2,15%.

(Baca: Kejar Target Devisa US$ 20 Miliar, Kementerian Pariwisata Gandeng Visa)

BPS menyampaikan turunnya kunjungan wisman sepanjang September 2019 lantaran telah habisnya masa liburan. “Bulan September itu sudah pakai bekerja semua,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

PR yang ketiga yaitu meningkatkan kesiapan dan daya dukung destinasi wisata seperti keamanan, transportasi, hotel, akomodasi, dan kesiapan masyarakat menyambut tamu di daerah mereka. Empat, meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan jumlah sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.

“Terakhir, soal pembenahan infrastruktur dan konektivitas yang mudah dan nyaman bagi wisatawan mancanegara,” kata Bayu yang juga pernah menjadi tim ahli tourism 4.0.

Menurut dia, peningkatan access, amenity, dan attraction, serta kenyamanan lingkungan destinasi pariwisata juga perlu mendapatkan perhatian khusus.

(Baca: 2019, Kementerian Pariwisata Targetkan Turis Muslim Capai 5 Juta Orang)

“Komunikasi pemasaran yang terintegrasi dan pembangunan SDM pariwisata harus ditingkatkan. Manusia harus menjadi jantung industri pariwisata, dan sudah seharusnya menjadi prioritas kebijakan Kemenparekraf,” tegas Bayu.

Pada kesempatan yang sama , Sekretaris Jenderal GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga optimistis Menparekraf Wishnutama bisa memberikan sumbangan terobosan dalam pembangunan sektor pariwisata di Indonesia.

“Dengan prestasi yang dimiliki Wishnutama, termasuk kesuksesannya sebagai anggota tim penyelenggara Asian Games 2019. Selain itu dia didampingi wamen Agela yang berlatar belakang pengusaha milenial, mereka diharapkan bisa saling melengkapi dalam memimpin kementerian yang saat ini menjadi salah satu penghasil devisa terbesar,” jelas Horas.

(Baca: Wamen Pariwisata Angela Tanoesoedibjo Fokus Dorong Destinasi Wisata Prioritas)

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait