Pertagas Anggarkan Rp 135 Miliar untuk Proyek Pipa Gas BOB Siak Pusako

Pertagas kini aktif mensosialisasikan proyek yang akan melintasi tiga kecamatan ini kepada warga terdampak.
Image title
9 Juni 2020, 11:39
proyek pipa gas siak pusako, pertagas, pertamina gas, pertamina
Katadata
Pertagas menganggarkan investasi US$ 9,7 juta atau Rp 135 miliar untuk pembangunan proyek pipa gas BOB Siak Pusako, di Kabupaten Siak, Riau.

Pertamina Gas atau Pertagas menganggarkan investasi sebesar US$ 9,7 juta atau sekitar Rp 135 miliar untuk keperluan pembangunan proyek pemanfaatan pipa gas bumi ke BOB (Badan Operasi Bersama) Siak Pusako. Saat ini proyek tersebut sudah memasuki masa konstruksi.

"Pembangunan proyek pipa gas ini akan membentang sepanjang 68 km menuju ke Kawasan Industri Buton (KITB). Proyek ini akan melintasi tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Siak yaitu Kuto Gasin, Lubuk Dalam, dan Dayun," kata Manajer Comrel dan CSR Pertagas Zainal Abidin, berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (9/6).

Terselesaikannya pembangunan pipa gas BOB Siak ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri di wilayah Siak khususnya di KITB. Untuk memperlancar pelaksanaan proyek, perusahaan telah melakukan sosialisasi kepada warga terdampak, bersama PT PDC sebagai pelaksana konstruksi proyek.

(Baca: Pertagas Sebut Pembangunan Pipa Blok Rokan Mundur ke Juli 2020)

Advertisement

Selain itu, Pertagas juga melakukan peninjauan lapangan proyek bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Siak, Riau.

Humas PDC Budhi Barus mengatakan sosialisasi dilakukan oleh pihak PDC mulai dari tingkat kecamatan, keluharan, hingga ke tingkat warga. “Kami ingin memastikan warga yang terdampak aktivitas proyek ini memahami arti penting dari pembangunan proyek pipa gas ini,” ujar dia.

Selain itu, pihak PDC juga melakukan sosialisasi dengan sejumlah elemen masyarakat serta kelompok media lokal. Salah satunya yakni LSM Team Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI). Daniel L Gultom, Wakil Ketua FPII Setwil Riau.

(Baca: Pertagas dan Petro Muba Kerja Sama Kembangkan Kilang LPG)

Daniel mengatakan langkah komunikasi yang dilakukan ini dapat mengurangi kesalahpahaman berbagai pihak terhadap aktivitas proyek. “Karena itu, berbagai elemen masyarakat harus mendapat informasi dengan baik sehingga tidak muncul persepsi-persepsi yang salah,” katanya.

Sementara, Sekretaris DPW Riau TOPAN RI Suriani Siboro, menyampaikan dengan adanya komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, diharapkan pelaksanaan pembangunan proyek dapat berjalan dengan lancar.

“Karena kami memahami, bahwa proyek ini harus berjalan. Di sisi lain, agar warga terdampak juga tidak mengalami kesalahan informasi,” ujarnya.

(Baca: SKK Migas: Lifting Minyak Wilayah Sumbagut Lampaui Target APBN )

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait