Sempat Setop, Pertamina Targetkan Proyek YY Blok ONWJ Beroperasi 2022

Pengembangan proyek YY terhambat pasca kebocoran sumur minyak pada 2019 dan kondisi pandemi corona pada 2020.
Image title
14 Juli 2020, 19:45
proyek yy, blok onwj, pertamina hulu energi
Pertamina Hulu Energi
Ilustrasi. Pertamina HE menargetkan pengembangan proyek yy blok ONWJ dapat diselesaikan pada kuartal I 2022.

Pertamina Hulu Energi (PHE) berkomitmen melanjutkan pengembangan Proyek YY yang berada di Blok ONWJ (Offshore North West Java). Perusahaan menargetkan pengembangan proyek yang sempat terhenti karena insiden kebocoran sumur minyak pada 2019 lalu ini dapat selesai pada 2022.

Direktur Pengembangan dan Operasi PHE Taufik Aditiyawarman, menjelaskan pihaknya memerlukan waktu guna memproduksikan kembali sumur tersebut. "Perkiraan (selesai) kuartal empat 2021 hingga kuartal pertama 2022, sehubungan proses kajian keekonomian, refurbishment, instalasi, pengeboran, dan seterusnya," ujarnya kepada Katadata.co.id, Selasa (14/7).

Pasalnya, pandemi virus corona telah berdampak pada proses pengerjaan pengembangan proyek YY. Misalnya, seperti kebijakan physical distancing guna mencegah penyebaran virus telah membuat pengerjaan proyek terhambat.

"Karena mobilitas barang dan personil, density personil dalam satu tempat termasuk di fabrication yard dan offshore instalasi terbatas," kata dia.

(Baca: Pertamina Lanjutkan Proyek YY Blok ONWJ Tahun Depan)

Sebelumnya, SKK Migas berharap proyek YY bisa dilanjutkan mulai tahun ini. Pasalnya, proyek tersebut menjadi salah satu penyumbang lifting migas nasional. Apalagi kebocoran sumur di proyek tersebut membuat lifting minyak tahun lalu tak tercapai.

Namun Direktur Utama PHE Meidawati mengatakan perusahaan akan melanjutkan pengembangan proyek YY pada tahun depan. Namun, dia belum bisa merinci secara detail rencana perusahaan di proyek tersebut.

Pasalnya, PHE masih harus mengkaji dahulu kegiatan pengembangan proyek tersebut. "Lapangan YY akan kami aktifkan lagi tapi tahun depan. Saat ini sedang kami evaluasi," kata Meidawati kepada Katadata.co.id, Senin (23/3).

Adapun, SKK Migas menargetkan proyek YY dapat menyumbang minyak sebesar 4.000 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 25 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun, Taufik memperkirakan saat diproduksikan kembali, produksi proyek YY hanya berkisar di angka 2.000 bopd.

(Baca: PHE Catat Kenaikkan Laba Bersih Meski Ada Tragedi Tumpahan Minyak ONWJ)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait