Kebocoran Pipa Minyak Pertamina Terjadi Lagi, Penyebab Belum Diketahui

Pertamina EP Cepu Field dilaporkan masih menginvestigasi penyebab kebocoran minyak di Desa Tambakromo, Bojonegoro
Image title
20 September 2021, 21:33
pertamina, tumpahan minyak, pipa bocor, skk migas
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi tumpahan minyak.

SKK Migas mendesak agar Pertamina lebih ketat dalam menjalankan operasinya di sektor hulu migas, terutama dalam merawat fasilitas pipa minyak yang sudah berumur. Hal ini seiring kebocoran pipa minyak yang kembali terjadi. Kali ini di Desa Tambakromo, Bojonegoro, Jawa Timur, pada Minggu (19/9).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebocoran karena masih diinvestigasi Pertamina EP Cepu Field. "Belum tahu pastinya, apakah karena korosi atau penyebab lainnya," kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (20/9).

Namun yang pasti, dia mengingatkan supaya Pertamina EP Cepu Field selaku pihak yang bertanggung jawab dapat memperketat perawatan (maintenance) dan sering menginspeksi di lapangan untuk meminimalisir kejadian seperti ini berulang.

"Terus kecepatan merespon kalau ada bocor ya harus ditingkatkan. Kalau memang harus segera diganti itu pipa ya segera diusulkan," kata Julius.

Sementara itu, Pertamina EP Cepu Field menyampaikan sesaat setelah terindikasi adanya pipa bocor, perusahaan langsung melakukan penghentian pemompaan dan menutup block valve di dekat lokasi kejadian sehingga aliran fluida dapat dihentikan seketika.

Untuk mengamankan area kejadian, Tim PEP Cepu Field melakukan pemasangan safety line dan penyekatan sungai. Menurut PEP Cepu Field Manager, Agung Wibowo, upaya tersebut guna membuat minyak-minyak yang berada di area sungai dapat dikendalikan. "Ini diharapkan dapat meminimalkan fluida mengalir ke sungai," kata Agung.

Langkah selanjutnya, tim penanganan Pertamina EP akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan berupaya memperbaiki kebocoran Trunkline SPU Kawengan ke MOS Menggung di Desa Tambakromo.

"Setelah sungai diblokade, fluida disedot menggunakan vacuum truck, setelah itu dipasang klem di titik bocor hingga dipastikan tidak ada kebocoran lagi", ujar Agung.

Menurut Agung gerak cepat tim Pertamina EP Cepu Field terhadap insiden ini telah sesuai dengan prosedur penanganan yang memastikan aspek keselamatan manusia dan lingkungan. Perbaikan masih terus dilakukan, namun telah dipastikan situasi aman dan terkendali.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait