Pemerintah akan Lawan Jika Larangan Ekspor Bauksit juga Digugat di WTO

Nadya Zahira
2 Januari 2023, 17:31
bauksit, larangan ekspor bauksit, wto
123RF
Foto Ilustrasi Bauksit.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menghentikan ekspor bijih bauksit mulai Juni 2023. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan Indonesia siap menghadapi bila ada negara yang menggugat kebijakan ke World Trade Organization atau WTO.

“Kalau digugat lagi ya tidak apa-apa, kita ada pengalaman seperti nikel,” ujar Zulhas dalam acara Konferensi Pers Awal Tahun, di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, (2/1).

Zulhas mengatakan, adanya larangan ekspor bauksit ini bertujuan agar sumber daya alam yang dimiliki di Indonesia dapat diolah menjadi barang jadi yang bernilai lebih tinggi. Tak hanya itu, jika kedepannya Indonesia kekurangan bahan baku bauksit, masih ada opsi impor yang bisa dilakukan.

“Bahkan kita berharap kalau kita kurang pun kita yang impor, masa kita jual tanah air terus, sekali-kali kita yang beli tanah air orang untuk kita olah. Agar apa? Agar bauksit dan nikel bisa menjadi satu kesatuan, sehingga nanti kita punya ekosistem untuk mengembangkan energi bersih listrik,” ujarnya.

Dengan demikian, dia berharap kedepannya Indonesia bisa memproduksi kendaraan motor dan mobil listrik lebih banyak lagi, sehingga nantinya dapat di ekspor ke berbagai negara.

Hal ini lantaran Indonesia memiliki nikel yang dapat diolah, sehingga ekosistem untuk mengembangkan energi terbarukan listrik (baterai) itu bisa berjalan dengan baik.

“Jadi pabrik-pabrik motor dan mobil yang baru menggunakan baterai nanti kita harapkan bisa berproduksi di Tanah Air. Bayangkan nanti seluruh industri baterai mobil dan motor listrik ada disini,” tutur Zulhas.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan dirinya juga tak khawatir jika keputusannya ini akan digugat lagi ke WTO. Ia akan tetap terus menghentikan ekspor mineral meski menghadapi tantangan. "Kalau digugat, biarkan saja. Kita setop lagi yang lain, terus saja begitu," katanya.

Dia mengatakan pelarangan ekspor bauksit ini akan mendorong peningkatan nilai tambah. Selain itu kebijakan ini akan meningkatkan pendapatan negara dari Rp 21 triliun menjadi Rp 62 triliun.

Jokowi mengatakan penghentian ekspor merupakan strategi pemerintah untuk menggenjot hilirisasi. Jokowi yakin jika hilirisasi bisa dilakukan, maka akan ada lompatan angka ekspor yang besar. "Neraca dagang kita sudah 31 bulan surplus," katanya.

Bank Indonesia mencatat nilai ekspor bauksit nasional mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017 nilai ekspor bauksit Indonesia baru sekitar US$ 66,43 juta. Kemudian di tahun-tahun berikutnya nilai ekspornya terus meningkat, hingga mencapai US$ 628,17 juta pada 2021.

Dalam jangka waktu 5 tahun, nilai ekspor bauksit tersebut meroket hingga hampir sepuluh kali lipat. Hal ini memperlihatkan bauksit Indonesia semakin banyak dibutuhkan di pasar internasional, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan nilai tambahnya.

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait