Modal Asing Mengalir Deras Keluar Rp 477 Miliar, IHSG Mampu Naik 0,27%

Saham Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) paling banyak dijual investor asing dengan nilai bersih Rp 134,8 miliar di pasar reguler.
Image title
Oleh Muchammad Egi Fadliansyah
10 Agustus 2020, 17:23
ihsg hari ini, modal asing keluar,
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Karyawan memotret layar Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG hari ini, Senin (10/8), ditutup naik 0,27% ke level 5.157,83. Kinerja positif indeks hari ini dibayangi oleh keluarnya modal asing dari pasar saham hingga Rp 477,92 miliar.

Tercatat total 9,8 miliar unit saham diperdagangkan pada hari ini dengan nilai transaksi Rp 7,2 triliun. Terdapat 223 saham berakhir di zona hijau, sedangkan 194 saham turun dan 173 saham stagnan. Nilai kapitalisasi pasar tercatat Rp 5.998,05 triliun.

Adapun saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing yakni saham Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan nilai penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 134,8 miliar. Kemudian saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ada di urutan kedua dengan net sell Rp 99,7 miliar, dan Astra Internasional Tbk (ASII) Rp 54,4 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menilai laju IHSG awal pekan ini ditopang oleh optimisme investor terkait pemulihan ekonomi global. “Adanya harapan global recovery. Data Tiongkok misalnya, mengkonfirmasi ekonominya sudah mulai pulih sesudah kebijakan lockdown sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai rencana kelanjutan paket stimulus AS untuk mengantisipasi pandemi Covid 19 membuat sentimen positif bagi IHSG.

Sentimen positif juga datang dari data lapangan kerja AS dan laba korporasi negara tersebut yang terlihat lebih baik dari perkiraan pelaku pasar. Hal itu bisa menjadi pendorong kenaikan indeks dalam beberapa pekan ke depan.

Adapun kenaikan indeks terutama didorong oleh kinerja saham-saham di sektor industri dasar, pertanian, dan properti. Ketiga indeks sektoral tersebut masing-masing naik 1,35%, 1,24%, dan 1,15%, tertinggi di antara sektor lainnya.

Sektor industri dasar ditopang oleh saham berkapitalisasi besar seperti Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) yang melonjak 7,87% menjadi Rp 7,200 per saham, Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik 12,83% ke Rp 9.675 per saham, dan Charoen Pokphand Tbk atau CPIN yang naik 0,40% di Rp 6,275 per saham.

Sementara saham Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang naik 3,85% menjadi Rp 10.125 per saham dan saham PP London SUmatra Indonesia Tbk (LSIP) yang naik 1% ke Rp 1.005 per saham menopang sektor pertanian.

Sedangkan sektor properti ditopang oleh saham Duta Pertiwi Tbk (DUTI) yang melompat 8,16% ke Rp 4.240 per saham, Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) yang naik 5,19% ke Rp 3.850 per saham, serta Metropolitan Land Tbk (MTLA) yang naik 3,63% ke Rp 400 per saham.

IHSG berhasil mencatatkan kinerja positif meski di tengah bursa saham di Asia yang bervariasi. Sejalan dengan indeks domestik, indeks Kospi Korea Selatan melesat 1,48% dan disusul indeks Shanghai Tiongkok 0,75%.

Indeks Nikkei 225 terkoreksi 0,39%, indeks Hang Seng Hong Kong merosot 0,63%, sedangkan indeks Straits Times Singapura turun 0,53%.

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Video Pilihan

Artikel Terkait