IHSG Hari ini Diramal Naik, Analis Sarankan Saham Bank dan Otomotif

IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.606-6.743. Analis merekomendasikan beberapa saham bank seperti BBCA dan BBNI, serta otomotif ASII.
Image title
24 Januari 2022, 06:57
ihsg hari ini, rekomendasi saham,
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Senin (24/1), diramal berpotensi bergerak ke zona hijau. Indeks diperkirakan bergerak di kisaran 6.606-6.743.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya mengatakan, kenaikan jangka pendek dalam pergerakan IHSG masih terlihat akan berlanjut. Hal ini juga ditopang oleh rentang konsolidasi yang telah digeser ke arah yang lebih baik, sehingga peluang IHSG masih cukup besar untuk meraih rekor tertinggi sepanjang masanya kembali.

"Tercatatnya capital inflow secara year to date (ytd) yang mulai kembali ke dalam pasar modal Indonesia, serta kuatnya fundamental perekonomian Indonesia juga turut menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG," kata William dalam risetnya, dikutip Senin (24/1).

Saham yang direkomendasikan William untuk dipantau hari ini, antara lain Bank Central Asia (BBCA), Astra International (ASII), Unilever Indonesia (UNVR), Telkom Indonesia (TLKM), Astra Agro Lestari (AALI), Semen Indonesia (SMGR), AKR Corporindo (AKRA), dan Jasa Marga (JSMR).

Advertisement

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan, IHSG saat ini dalam momentum bullish yang kuat karena hampir mencapai resisten krusial di level 6.754. "IHSG akan mengonfirmasi awal dari fase uptrend wave [c] jika menembus level 6.754," ujarnya.

Adapun, titik resisten IHSG hari ini diperkirakan ada di posisi 6.738, 6.754 dan 6.798, sedangkan titik support ada di posisi 6.660, 6.600 and 6.575. Simak pergerakan IHSG sepekan terakhir pada databoks berikut:

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resisten adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga akan tertahan.

Ivan merekomendasikan hold atau trading buy pada Bank Negara Indonesia (BBNI). Ia mengatakan, BBNI saat ini berada dalam fase uptrend yang lemah sebagai bagian dari wave 5. BBNI dapat mencapai target terdekat di level 7.350, jika masih berada di atas level 7.000.

Ia juga merekomendasikan hold atau buy on weakness pada Astra International (ASII). Ia menyebut, ASII berpeluang melanjutkan fase koreksi jangka menengah menengah menuju Fibonacci Retracement 61,8 di level 5.325, dan akan menjadi indikasi pembalikan tren apabila ASII tetap menguat melewati resisten di 5.800.

Ivan juga menyarankan buy on weakness pada Vale Indonesia (INCO), yang diperkirakan akan segera menyelesaikan struktur wave (a) dan berpotensi melemah dan membentuk wave (b) sebelum kenaikan berikutnya. Adapun, target koreksi terdekat yaitu di level 5.050, sementara idealnya dapat mencapai Fibonacci Retracement 38,2% di level 4.820.

Selain itu, ia juga merekomendasikan hold atau take profit pada Indah Kiat Pulp and Paper (INKP), yang berhasil mengalami rebound setelah hampir mencapai support di level 7.325.

Ivan menyebut, saat ini INKP berpeluang untuk kembali menguat menuju target pertama di 7.800, jika harga penutupannya di level 7.700 atau lebih.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait