Demi Tiket Pesawat Murah, Erick Thohir Minta PMN Garuda Segera Cair

Menteri BUMN Erick Thohir menilai PMN dapat menjadi stimulus bagi Garuda Indonesia untuk menurunkan harga tiket.
Happy Fajrian
17 Agustus 2022, 08:36
garuda indonesia, tiket pesawat, pmn, erick thohir
Katadata
Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar pemerintah segera mencairkan PMN untuk Garuda Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar pemerintah segera mencairkan penyertaan modal negara (PMN) untuk Garuda Indonesia. Dia meyakini dengan suntikan modal itu maskapai pelat merah itu mampu bersaing secara bisnis sekaligus menyediakan harga tiket pesawat yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kami minta (PMN Garuda) segera cair, apalagi kita melihat industri penerbangan harus kita jaga, harga tiket sangat mahal,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (17/8).

Erick ingin Garuda bisa menjadi maskapai yang kembali produktif dalam hal jumlah pesawat, sehingga harga tiket pesawat yang sekarang terbilang mahal bisa diseimbangkan melalui langkah-langkah strategis BUMN.

Menurutnya, ada tiga komponen yang menyebabkan harga tiket pesawat mahal yaitu harga avtur yang tinggi akibat mahalnya minyak mentah dunia, jumlah pesawat tidak maksimal, dan maskapai kesulitan membeli pesawat karena produsen pesawat Boeing dan Airbus mengurangi produksinya.

Advertisement

Dia optimistis Garuda mampu memanfaatkan momentum kebangkitan industri pesawat, sekaligus berperan menjaga harga yang terjangkau bagi rakyat, meski ketiga komponen itu berat bagi perseroan.

Suntikan modal dari negara menurut dia dapat menjadi stimulus bagi Garuda supaya bisa segera menambah volume penerbangan. Melalui suntikan modal itu, Erick yakin Garuda mampu bersaing secara bisnis sekaligus mampu menjaga harga pesawat yang terjangkau bagi rakyat.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meminta maskapai untuk menyediakan tiket pesawat dengan harga terjangkau demi menjaga konektifitas antar wilayah di Indonesia dan kontinuitas pelayanan jasa transportasi udara.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 yang diterbitkan pada 4 Agustus 2022 lalu, pemerintah mengizinkan maskapai untuk memungut tarif tambahan pesawat jet dengan porsi maksimal 15 persen dari tarif batas atas. Sementara pesawat propeller maksimal 25 persen dari tarif batas atas.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memandang kebijakan itu sebagai pengingat bagi seluruh pelaku industri layanan transportasi udara untuk menyelaraskan langkah akselerasi kinerja dengan tetap menjaga komitmen kepatuhan terhadap aturan bisnis penerbangan.

Hal itu termasuk mengenai penerapan komponen harga tiket mengacu pada ketentuan dan regulasi berlaku serta secara berkesinambungan terus meningkatkan layanan transportasi udara yang berkualitas bagi masyarakat.

Irfan percaya kesadaran atas pentingnya keselarasan upaya untuk tumbuh dan pulih bersama di tengah situasi pandemi yang berkepanjangan menjadi esensi penting guna memastikan ekosistem industri transportasi udara dapat terus bergerak maju memaksimalkan momentum pemulihan.

Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan, Kementerian Keuangan, Dodok Dwi Handoko menyebut pihaknya masih melihat progres percepatan analisis dari penggunaan anggaran. Di samping itu, pencairan juga masih menunggu proses legal.

"Karena setiap PMN bahkan yang diberikan ke perusahaan Tbk juga harus melalui proses penerbitan peraturan pemerintah (PP) dulu baru bisa kita cairkan," kata dia dalam diskusi dengan wartawan, Jumat (12/8).

Kementerian BUMN kemudian menyebut pemerintah akan menyuntikkan modal kepada maskapai pelat merah itu melalui rights issue yang akan digelar pada kuartal III 2022.

Komisi VII DPR RI juga telah memberikan persetujuannya untuk right issue tersebut pada awal bulan lalu. Dalam kesimpulan rapatnya, Komisi VII menyebut dana tersebut akan berasal dari cadangan pembiayaan investasi dalam APBN 2022.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait