Basis Pendukung Jokowi-Ma'ruf di Sumatera, Jabar, dan Banten Terbelah

Pendukung Prabowo di Jawa Tengah dan Yogyakarta juga terbelah hingga 54,9 % serta di Jawa Timur 38 %.
Dimas Jarot Bayu
23 Januari 2019, 21:20
Jokowi-Ma'ruf Amin
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Calon presiden petahana Joko Widodo didampingi calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan para petinggi partai politik pendukung tiba di Gedung Joang, Jakarta, Jumat (10/8).

Basis pendukung partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) masih belum solid memilih pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di wilayah Sumatera, Jawa Barat (Jabar), dan Banten. Di ketiga wilayah tersebut, masih ada pendukung partai KIK yang memilih pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, keterbelahan pendukung partai (split ticket voting) dalam KIK di Sumatera mencapai 29,2%, di Jabar sebesar 32%, dan di Banten sebesar 40,6%. "Basis Join (Joko Widodo-Ma'ruf Amin) lebih banyak terbelah di wilayah barat Pulau Jawa dan Sumatera secara umum," kata Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida di kantornya, Jakarta (23/1).

Di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, keterbelahan dari pendukung partai KIK relatif kecil. Hal sebaliknya juga terjadi pada pendukung partai dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM). Banyak pendukung partai dalam KIAM yang tak memilih Prabowo-Sandiaga. Justru mereka memilih Jokowi-Ma'ruf.

Rizka memaparkan, keterbelahan pendukung partai KIAM di Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai 54,9%. Di Jawa Timur, pendukung partai KIAM yang terbelah pilihannya sebanyak 38,9%.

Advertisement

Adapun keterbelahan pendukung partai KIAM di wilayah lainnya sebesar 38,1%. "Di DKI Jakarta, basis koalisi partai relatif imbang soliditasnya," kata Rizka.

(Baca: Hasil Survei: PAN-Hanura dan 4 Partai Baru Terancam Tak Lolos Pileg)

Menanggapi temuan ini, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate mengatakan, pihaknya bakal memperhatikan adanya keterbelahan dukungan di Sumatera, Jawa Barat, dan Banten. TKN akan menyiapkan strategi untuk menurunkan tingkat keterbelahan dukungan ini.

Salah satu strategi tersebut dengan mengklarifikasi berbagai kabar bohong (hoaks) yang menyebar di wilayah tersebut. Johhny menilai, hoaks merupakan faktor yang membuat terjadinya keterbelahan dukungan dari basis pendukung partai KIK.

"Ini saatnya memberikan counter informasi, data-data. Dengan begitu split ticket voting akan membaik di 86 hari ke depan," kata Johnny.

Lebih lanjut, TKN akan turun langsung berkampanye ke berbagai wilayah tersebut. Strategi ini diharapkan dapat meyakinkan para pemilih untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"TKN akan lebih fokus untuk melakukan kampanye mikro, target-target mikro, dan melakukan canvassing politic door to door, mendatangi masyarakat, khususnya di wilayah Jabar, Banten, dan Sumatera," kata Johnny.

Indikator Politik mengadakan survei pada 16-26 Desember 2018 dengan melibatkan 1.220 responden. Survei dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error dalam survei ini +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Kontrol kualitas dilakukan terhadap 20% sampel.

(Baca: Jokowi dan Prabowo Saling Rebut Suara Mengambang di Debat Capres)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait