Kiprah Berkah Beton di Bisnis Konstruksi, Sahamnya Menopang Laju IHSG

Tergolong perusahaan baru, Berkah Beton mencetak laba berlipat. Harga saham BEBS juga menopang laju IHSG.
Image title
29 Desember 2021, 10:45
Kiprah Berkah Beton di Bisnis Konstruksi, Sahamnya Menopang Laju IHSG
Berkah Beton Sadaya (BEBS)

Sebagai pemain baru di Bursa Efek Indonesia, pergerakan nilai kepemilikan modal PT Berkah Beton Sadaya cukup fantastis. Saham produsen aneka macam beton cetakan dan usaha konstruksi ini naik lebih dari 5.000 % sejak melantai di papan bursa melalui initial public offering alias IPO pada Maret lalu.

Tak heran bila laju saham Berkah Beton cukup berperan dalam mengerek indeks saham gabungan.  Sepanjang 2021, IHSG naik lebih dari 10 %. Beberapa emiten menjadi penopangnya, termasuk saham BEBS. Tingginya kenaikan harga saham Berkah Beton sempat membuat perdagangannya dihentikan sementara alias suspensi, hingga dilirik ustaz kondang Yusuf Mansur.

Saham BEBS dirilis di BEI pada 10 Maret 2021, hanya berjarak dua tahun dari berdirinya perusahaan tersebut. Pada penawaran saham perdananya, Berkah Beton menawarkan dua miliar lembar saham seharga Rp 100 per lembarnya. Dari aksi korporasi ini, perusahaan memperoleh dana segar Rp 200 miliar.

Selain moncer di pasar modal, Berkah Beton mencatatkan kenaikan laba triple digit pada kuartal ketiga 2021.  

Advertisement

 

Bila dilihat dari transaksi jangka pendek harian, saham BEBS sebenarnya cukup dinamis naik-turunnya. Namun perdagangan jangka menengahnya menunjukkan tren positif.

Pada perdagangan Selasa (28/12) harga saham Berkah Beton ditutup naik 0,95 % ke level Rp 5.300 per saham. Jika merunut harga IPO yakni Rp 100 per lembar, saham emiten beton ini naik hingga 5.300 %. Level harga tertinggi yang pernah disentuh Rp 5.850 pada Jumat (24/12), menurut data Trading View.

Kini, BEBS memiliki nilai kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp 47,7 triliun. Pada penutupan perdagangan kemarin (28/12), investor asing melakukan aksi beli Rp 1,6 miliar saham BEBS di seluruh market.

Per November 2021, saham BEBS dikuasai dan dikendalikan oleh PT Berkah Global Investama sebanyak 35,4 % atau 3,18 miliar lembar saham. Kemudian publik mengambil porsi 30 %. Urutan ketiga, anak perusahaannya sendiri yakni PT Berkah Multi Beton memegang 20,9 % saham BEBS.

Potensi Pembangunan, Kunci Lahirnya Berkah Beton

Melansir laman resmi perusahaan, Berkah Beton hadir berkat tingginya angka pembangunan di daerah Subang dan sekitarnya. Pada Januari 2019, PT Berkah Beton Sadaya memang lahir di daerah Pagaden, Subang.

Perusahaan ini bergerak dalam industri konstruksi, perdagangan besar, dan penggalian. Sesuai dengan namanya, produk utama perusahaan adalah beton readymix dan precast, beton ringan, aspal, dan hotmix.

Untuk produk beton readymix, perusahaan menawarkan berbagai mutu, mulai dari beton BO sampai K.200 yang digunakan untuk bangunan non struktural seperti lantai kerja, jalan desa, dan garasi. Sedangkan untuk beton K.225 sampai K.200 diperuntukkan bagi bangunan struktural seperti rumah, rumah toko (ruko) dan jalanan kompleks.

Jenis beton lainnya yakni beton dengan mutu K.350 hingga K.500 digunakan untuk bangunan extrasturuktural seperti jalan raya, beton precast, dan lainnya. 

Produk beton PT Berkah Beton Sadaya (BEBS)
Produk beton PT Berkah Beton Sadaya (BEBS) (PT Berkah Beton Sadaya (BEBS))

Untuk produk precast, Berkah Beton menawarkan beton berpenampang huruf U yang dikenal dengan U ditch. Jenis ini biasa digunakan untuk saluran irigasi. Ada juga produk pagar panel beton serta bahan material pendukung infrastruktur seperti batu dan pasir.

Tak sekadar mengeluarkan produk, BEBS memiliki keunggulan lain, seperti menggarap proyek terintegrasi dari bahan baku hingga produk jadi. Dalam laman resmi perusahaan, dituliskan Berkah Beton memiliki empat anak usaha.

Pertama, ada PT Wahana Batu Sejati dan PT Batu Alam Samba yang bergerak di bidang penggalian. PT Wahana Batu Sejati menambang batu dan pasir di Katingan, Kalimantan Tengah. Perusahaan ini berdiri pada 2016 dan memiliki area tambang 135 hektare.

Kedua, masih di daerah yang sama, PT Batu Alam Samba yang berdiri pada 2018 dan menambang batu granit dengan area tambang 150 hektare. Batu granit tersebut akan digunakan dalam konstruksi bangunan maupun keperluan interior, seperti pembuatan ubin dan dinding.

Ketiga, ada PT Berkah Sadaya Makmur yang bergerak di bidang perdagangan besar. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 2020 dengan aktivitas perdagangan logam serta bijih logam. Berkah Sadaya Makmur juga melakukan perdagangan barang logam sebagai bahan konstruksi. Perusahaan ini terletak di Subang, Jawa Barat.

Keempat, BEBS mengelola PT Berkah Harapan Sadaya yang bergerak di bidang pertambangan, penggalian, dan perdagangan. Dalam waktu dekat, perusahaan ini bakal menambang batu granit di lokasi baru, yaitu di Sulawesi Tengah.

Pabrik PT Berkah Beton Sadaya (BEBS)
Pabrik PT Berkah Beton Sadaya (BEBS) (PT Berkah Beton Sadaya (BEBS))

 

Berkah Beton Mencetak Keuntungan Naik Tiga Digit

Dalam sembilan bulan pertama 2021, Berkah Beton berhasil meningkatkan laba perusahaan sebesar 351,8 % dibanding periode sama tahun lalu (yoy). Pada 30 September 2020, laba emiten ini hanya Rp 16,6 miliar, kemudian tumbuh menjadi Rp 75 miliar per September 2021.

Salah satu penopang laba Berkah Beton adalah tumbuhnya angka penjualan hingga triple digit, yakni 255,9 % menjadi Rp 334,6 miliar per September 2021. Sekitar 92 % pendapatan BEBS berasai dari penjualan material yang mencapai Rp 308,6 miliar, sisanya sekitar Rp 26 miliar diperoleh dari penjualan beton readymix. 

Proyek Kerja Sama dengan Yusuf Mansur

Yusuf Mansyur
Yusuf Mansyur (Arief Kamaludin|KATADATA)

 

Salah satu ustaz kondang yang juga aktif berinvestasi di pasar modal, Yusuf Mansur, sempat ramai dibicarakan karena manuvernya untuk memborong saham BEBS Agustus 2021. Dampaknya, harga saham BEBS mulai naik sejak bulan tersebut.

Keterlibatan Yusuf Mansur dalam pergerakan harga saham BEBS tak hanya sampai di situ. Sejak Juni 2021 lalu, dalam siaran pers Berkah Beton, diketahui kedua pihak menandatangani kontrak proyek dengan PT Apel Mas Indonesia atau AMI senilai Rp 125 miliar.

Tujuan kontrak tersebut, untuk membangun pabrik air mineral AMI, perusahaan air minum milik Yusuf Mansur. Kontrak tersebut juga dilakukan BEBS untuk mengamankan suplai bahan baku dan meningkatkan sumber daya manusia, serta infrastruktur perusahaan.

Reporter: Amelia Yesidora
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait