Kompak dengan Bursa Asia, IHSG Ditutup di Zona Merah

Penurunan IHSG dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang terdepresiasi terhadap dolar AS, serta indeks bursa regional Asia yang melemah.
Patricia Yashinta Desy Abigail
6 Juli 2022, 17:23
IHSG
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Petugas membersihkan lantai di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/1/2022).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (6/7) hari ini, dengan penurunan 0,85% atau 56 poin ke level 6.646.

KB Valbury Sekuritas dalam risetnya mengatakan, penurunan IHSG dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang terdepresiasi terhadap dolar AS, serta indeks bursa regional Asia yang melemah. 

Sentimen pasar dari luar negeri disebabkan pembatasan mobilitas atau lockdown yang dilakukan Pemerintah Cina selama beberapa bulan terakhir. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume saham yang diperdagangkan mencapai 16,58 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,63 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.003.763 kali.

Advertisement

Sebanyak 335 saham bergerak melemah, 193 saham lainnya menguat dan 153 saham bergerak mendatar. Adapun, posisi  kapitalisasi pasar IHSG berada di posisi Rp 8.773,7 triliun. 

Hingga berakhirnya sesi kedua perdagangan, seluruh bursa saham di kawasan Asia  berada di zona merah. Indeks Nikkei 225 turun sebesar 1,20%, Hang Seng naik 1,22%, serta Indonesia Composite dan LQ45 masing masing turun 0,85% dan 1,04%. Selain itu, Shanghai Composite turun 01,43% dan Straits Times turun 0,07%. 

Indeks sektoral mayoritas berada di zona merah, dipimpin oleh sektor industrial yang terkoreksi 2,26%%. Adapun, saham sektor infrastruktur yang naik cukup dalam yakni PT  Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) turun sebesar 7% atau 85 poin menjadi Rp 1.130 per saham, PT  United Tractors Tbk (UNTR) turun 4,20% atau 1.175 poin menjadi Rp 26.800 per saham, dan PT  Astra International Tbk (ASII) turun 3,95% atau 250 poin menjadi Rp 6.000 per saham. 

Sektor yang terkoreksi lain yaitu , sektor transportasi turun 1,17%, sektor keuangan turun 0,17%,, sektor konsumer primer turun 0,20%, sektor industri dasar turun 1,43%, sektor properti turun 0,37%, sektor infrastruktur turun 0,18%, dan sektor energi turun 2,00%. Sedangkan sektor kesehatan masih bertahan di zona hijau sejak IHSG I dengan kenaikan 0,52%. Selain itu sektor non primer berubah menjadi di zona hijau dengan kenaikan 0,78%.

Berikut deretan lima saham yang masuk jajaran top gainers hari ini:

1. PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) 

2. PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI)

3. PT Arthavest Tbk (ARTA)

4. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)

5. PT Kloson Komersial Indonesia Tbk (KIOS)

 

Lima saham berada di jajaran top losers hari ini :

1. PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO)

2. PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN)

3. PT Inter-Delta Tbk (INTD)

4. PT Indorama Synthetics Tbk (INDR)

5. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait