Picu Kekhawatiran Dunia, Apa Saja Fakta Omicron yang Sudah Terkuak?

Image title
12 Desember 2021, 17:47
Omicron, covid-19, pandemi, coronavirus
ANTARA FOTO/REUTERS/Remo Casilli/HP/sa.
Petugas polisi memeriksa kartu kesehatan penyakit virus corona (COVID-19) masyarakat yang dikenal sebagai Green Pass, di stasiun kereta bawah tanah pada hari pemerintah membatasi akses yang tidak divaksinasi ke tempat-tempat dalam ruangan, di Roma, Italia, Senin (6/12/2021).

Omicron ditetapkan sebagai variant of concern (VOC) oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (26/11). Setelah dua pekan ditetapkan sebagai variant of concern, seberapa bahaya varian baru Covid-19 tersebut masih menjadi tanda tanya.

Sampel pertama varian Omicron ditemukan pada 9 November 2021 dan dilaporkan ke WHO pada 27 November.

Dilansir dari Bloomberg, sejauh ini, perkembangan Omicron di Afrika menunjukan dua fakta. Varian Omicron menyebar lebih cepat dari varian sebelumnya namun belum menunjukan efek yang lebih berbahaya.

Studi juga menunjukan bahwa Omicron bisa menginfekasi mereka yang pernah dinyatakan positif Covid-19.

 Mengingat baru tersebar sekitar dua pekan maka data penunjang untuk memastikan tingkat bahaya dari varian Omicron belum memadai.

Minimnya data perkembangana dibalik Omicron inilah yang membuat dunia masih bertanya-tanya.

Di Inggris, jumlah kasus Omicron naik berkali lipat dalam beberapa hari terkahir tapi pembuat kebijakan masih meraba-raba apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutannya.

Pada Sabtu (11/12), Inggris melaporkan tambahan kasus Omicron sebanyak 633 sehingga total kasus varian tersebut mencapai 1.898.

Belum diketahui bagaimana varian ini akan berkembang serta apakah varian ini akan menyebabkan dampak lebih mematikan di negara-negara dengan banyak populasi tua seperti Eropa.

Michael Osterholm, Direktur Pusat Peneletian dan Kebijakan untuk Penyakit Menular dan Kebijakan University of Minnesota mengatakan varian ini tidaklah semematikan varian sebelumnya.

"Tantangan berikutnya adalah apa yang akan kita lihat dan coba buktikan pada dua pekan mendatang. baru kemudian kita bisa mencari tahu apa yang akan terjadi pada pandemi selanjutnya," tuturnya, seperti dilansir Bloomberg.

 Dilandir dari Bloomberg, berikut sejumlah fakta dan pertanyaan dibalik Omicron yang baru diketahui dalam dua pekan perkembangannya.

1. Seberapa cepat Omicron menyebar?

Di wilayah Gauteng, episentrum dari Omicron di Afrika Selatan, kemampuan penyebaran virus melebihi tiga orang. Artinya, setiap orang yang sudah teriinfeksi Omicron bisa menularkan kepada tiga orang lainnya.

Namun, studi di Jepang memperlihatkan Omicron bisa menyebar 4,2 kali lebih cepat Delta.

Peneliti Inggris juga mengatakan Omicron lebih cepat menular daripada Delta. Varian tersebut diperkirakan akan mendominasi jumlah penyebab Covid-19 di Inggris hingga Desember.

 2. Seberapa parah menginfeksi?
Dengan penyebaran baru berjalan dua pekan maka terlalu dini untuk menyimpulkan seberapa parah infeksi Omicron.

Namun, dokter yang merawat pasien Omicron mengatakan hanya sedikit pasien Omicron yang melaporkan demam dan sakit kepala.
Hal tersebut berbeda dengan Delta di mana pasien varian tersebut menunjukan gejala yang parah, terutama pernapasan.

Rumah-rumah sakit di Afrika  melaporkan gejala yang ditunjukan pasien Omciron lebih ringan. Hanya sedikit dari mereka yang membutuhkan bantuan oksigen atau ventilator dan sedikit lagi yang meninggal.

Saat ini, jumlah pasien rawat inap Covid-19 di Afrika Selatan mencapai lima ribu. Angka tersebut hanya seperempat dibandingkan jumlah pasien Covid-19 saat negara tersebut mengalami puncak di gelombang II.

 3. Apa Omicron berdampak lebih buruk dibandingkan varian sebelumnya terhadap anak-anak?
Pada awal penyebaran Omicron, Afrika Selatan melaporkan jumlah anak-anak berusia di bawah lima tahun yang dirawat di rumah sakit lebih tinggi dibandingkan pada penyebaran varian sebelumnya.

Namun, mereka hanya dirawat dalam waktu singkat dan tidak ada laporan mengenai gangguan pernapasan.

4. Apakah vaksin manjur untuk menangkal Omicron?
Ya dan tidak

Institut Kesehatan Afrika telah menguji vaksin Pfizer terhadap Omicron. Omicron mampu menghilangkan sebagian antobodi tetapi tidak seluruhnya.

Studi terkahir menunjukan dua dosis Pfizer memiliki efikasi 22,5% terhadap gejala yang ditimbulkan oleh Omicron.

Namun, vaksin terbukti bisa menahan tingkat keparahan gejala yang disebabkan varian Omicron.

Studi di Inggris menunjukan dua dosis AstraZeneca atauPfizer-BioNTech hanya mampu memberikan perlindungan sedikit terhadap gejala yang diakibatkan Omicron, dibandingkan yang disebabkan Delta.

Namun, suntikan booster bisa meningkatkan perlindungan hingga 70-75% terhadap Omicron.

Data pada minggu kedua di Kota Tshwane, Afrika Selatan, menunjukan 68% pasien Covid-19 yang dirawat inap berusia di bawah 40 tahun.
Pada minggu pertama, 66,1% pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun.

 
5. Dari mana varian tersebut berasal?
Ada tiga teori mengenai asal muasal Omicron. Teori pertama menyebutkan bahwa Omicron merupakan hasil mutasi dari seseorang yang memiliki masalah imun.

Orang tersebut menjadi rumah berkembangbiaknya pathogen dalam waktu lama. Virus tersebut kemudian bermutasi dan menginfeksi yang lain.

Sebagai catatan, terdapat 8,2 juta warga Afrika Selatan yang menderita HIV dan menyebabkan mereka memiliki persoalan dengan imunitas.

Teori kedua menyebutkan bahwa Omicron merupakan jenis coronavirus yang mengalami persilangan kembali ke binatang, bermutasi, dan kembali menginfeksi manusia.

Teori ketiga menyebutkan bahwa varian Omicron dikembangkan di suatu tempat kemudian dibawa ke Afrika.


News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait