Menunggu Keputusan BI, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Terbatas

IHSG hari ini diperkirakan bergerak di level 6.518 - 6.725.IHSG ditutup dalam zona merah dalam tiga hari terakhir.
Image title
20 Januari 2022, 06:44
IHSG, bursa
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Pegawai melintas di dekat monitor pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/12/2021). Indeks Harga?Saham?Gabungan (IHSG) menguat 55,45 poin atau 0,85 persen di level 6.602 pada penutupan perdagangan Selasa (7/12).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi bergerak dalam rentang terbatas. Indeks diperkirakan bergerak di level 6.518 - 6.725.

Sebagai catatan, IHSG ditutup dalam zona merah selama tiga hari berturut-turut, atau sejak Senin (17/1).

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya mengatakan, Kamis (20/1) pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data perekonomian tingkat suku bunga yang disinyalir belum akan mengalami perubahan.

Dia mengatakan perkembangan pergerakan IHSG hingga saat ini masih menunjukkan belum akan meninggalkan rentang konsolidasi wajarnya.

Advertisement

"Di sisi lain, tercatatnya capital inflow secara year to date (ytd) masih menunjukkan minat investor asing yang masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia," kata William dalam risetnya, Rabu (19/1).

 Saham yang direkomendasikan William untuk dipantau investor hari ini, antara lain saham perbankan seperti PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI).

Juga, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG), PT Gudang Garam  (GGRM), PT Astra Agro Lestari (AALI), dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE).

Seperti diketahui, Bank Indonesia hari ini akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan. 

Pasar memperkirakan BI masih akan menahan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 3,50%. Level tersebut telah bertahan sejak Februari 2021.

Pelaku pasar juga menunggu kebijakan Bank Indonesia terkait kebijakan moneter ke depan menyikapi kemungkinan kenaikan bunga acuan bank sentral Amerika Serikat The Fed.

The Fed sendiri akan menggelar pertemuan pada 25-26 Januari.

 Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan, IHSG berpeluang melanjutkan fase koreksi untuk mencapai support berikutnya di level 6.521.

Dia mengatakan, masih ada peluang untuk kembali terjadi rebound selama IHSG ditutup di atas support tersebut.

Adapun, titik resistance IHSG hari ini diperkirakan ada di posisi 6.644, 6.738 dan 6.754, sedangkan titik support ada di posisi 6.575, 6.521 dan 6.484.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian.

Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar  hingga laju pertumbuhan harga tertahan.

 Ivan merekomendasikan hold atau buy on weakness pada PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Aneka Tambang (ANTM).

Pada perdagangan Rabu (19/1), IHSG ditutup melemah 0,33% ke level 6.592. Frekuensi perdagangan saham sebanyak 1,3 juta kali transaksi pada hari ini.

 Total saham yang ditransaksikan sebanyak 19,2 miliar lot. Kemudian, nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp 12,1 triliun. Investor asing masih mencatat net buy sebesar Rp 1591,1 miliar.


 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait