Adhi Karya Gelontorkan Rp 5 Triliun, LRT Jabodebek Baru Selesai 22%

PT Adhi Karya Tbk masih membutuhkan pendanaan Rp 2 triliun untuk pembangunan LRT tahun ini. Rencananya akan didanai dari kas perusahaan dan pinjaman bank.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
6 Oktober 2017, 12:01
 Light Rail Transit (LRT)
ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) di samping Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (22/1).

PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah menggelontorkan dana Rp 5 triliun untuk pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek). Dari dana tersebut, realisasi pembangunan baru mencapai 22% dari target 40% tahun ini.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menjelaskan, pihaknya membutuhkan dana 2 triliun lagi untuk pembangunan tahun ini. Adapun dana yang dikeluarkan Adhi Karya bakal diganti oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI yang telah mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN).

"KAI nanti diberi hak konsesi oleh Menteri Perhubungan. Tapi imbalannya dia harus bayar ke Adhi karya," kata Budi saat ditemui di Plaza Mandiri, jakarta, Kamis malam (4/10). Dengan kata lain, PT KAI berperan sebagai investor dan operator. (Baca juga: PT PP Akan Bangun Properti di 3 Stasiun Kereta)

 

Namun, menurut Budi, pembayaran oleh KAI dilakukan secara bertahap. Alhasil, Adhi Karya masih akan meggunakan kas pribadinya dan pinjaman perbankan untuk menutupi kebutuhan dana tahun ini yang sebesar Rp 2 triliun.

Secara total, pembangunan LRT Jabodebek yang dimulai pada September 2016 itu membutuhkan dana sebesar Rp 26,7 triliun. Angka tersebut berasal dari pembangunan pra-sarana sebesar Rp 21,7 triliun ditambah sarana Rp 5 triliun. (Baca juga: Kementerian BUMN Heran Iklan Meikarta 'Jualan' Proyek LRT)

Rencananya, kebutuhan dana tersebut bakal diperoleh dari PMN sebesar Rp 9 triliun. Sisanya, sekitar Rp 17-18 triliun diperoleh dari pinjaman bank dan investasi swasta.

Dari penjelasan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu, bakal ada pendanaan dari investor Singapura. Nilainya sebesar Rp 2 triliun yang akan disalurkan dalam bentuk penyertaan modal di KAI. (Baca juga: Investor Singapura Akan Ikut Danai Proyek LRT Jabodebek)

Ini artinya, porsi pinjaman dari bank bakal berkisar Rp 16 triliunan. Beberapa bank diklaim sudah berkomitmen mendanai di antaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Di sisi lain, terkait pembebasan lahan untuk LRT, Budi menjelaskan, sudah ada kemajuan yang cukup signifikan. Sebelumnya, terdapat lahan sekitar 6 hektar milik Adhi Karya yang telah menjadi pemukimam masyarakat. Namun, sebanyak 60% pemukiman tersebur sudah berhasil dipindahkan. Selain itu, sudah ada titik terang untuk pembebasan lahan milik masyarakat sebesar 5 hektar. 

Video Pilihan

Artikel Terkait