Investasi Meningkat, Ekonom Ramal Semester I Bisnis Bergairah

“Kalau investasi naik maka di Semester I 2017 dunia usaha akan kembali bergairah. Tapi tergantung lagi daya beli, yang juga tergantung dari kecepatan stimulus pemerintah.”
Desy Setyowati
13 Januari 2017, 10:00
Pertumbuhan gedung
Arief Kamaludin|KATADATA

Para ekonom meramalkan kegiatan bisnis bakal bergairah pada paruh pertama tahun ini. Ramalan itu seiring dengan menanjaknya realisasi investasi pada kuartal IV tahun lalu.

Mengacu pada survei Bank Indonesia (BI) tentang kegiatan dunia usaha, realisasi investasi memang terindikasi mengalami peningkatan. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) realisasi investasi yang naik tiga persen menjadi 10,88 persen pada kuartal IV-2016. 

Peningkatan realisasi investasi paling besar terjadi pada industri pengolahan dengan nilai SBT 2,44 persen. Selain itu, peningkatan juga terjadi di industri keuangan, real estat dan jasa perusahaan dengan SBT 2,24 persen. (Baca juga: Pasokan Melimpah, Bisnis Properti Tahun Ini Masih Lesu)

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, bila mengacu pada hasil survei tersebut, kemungkinan kegiatan dunia usaha akan membaik pada bulan-bulan mendatang. “Biasanya tiga sampai enam bulan setelah kenaikan realisasi investasi, baru kegiatan usaha naik,” katanya kepada Katadata, Kamis (12/1).

Advertisement

Dugaan David, sektor usaha yang kemungkinan bakal melakukan ekspansi bisnis di antaranya yang terkait dengan infrastruktur, konstruksi, dan pertanian. Namun, ekspansi tersebut masih tergantung pada permintaan barang dan jasa di dalam negeri.

Menurut dia, pemilihan kepala daerah (pilkada) bisa mendorong permintaan domestik. Namun, sayangnya permintaan masyarakat dapat tergerus lagi oleh kebijakan pemerintah soal Tarif Dasar Listrik (TDL), harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan distribusi elpiji tiga kilogram.

Dari sisi global, pasar juga masih memantau kebijakan ekonomi yang akan diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Donald Trump. “Tapi pertanian dan komoditas mulai naik itu positif. Belanja pemerintah yang paling tidak sama dengan tahun lalu di Semester I juga akan membantu (mendorong dunia usaha),” ujar David.

(Baca juga: Sarung Jokowi dan Lesunya Industri Tekstil Tanah Air)

Sementara itu, Ekonom Maybank Juniman melihat, kenaikan realisasi investasi menunjukkan bahwa pasar mulai optimistis dengan usaha di Indonesia. Namun, ekspansi bisnis masih tergantung pada belanja pemerintah di awal tahun ini.

Percepatan belanja pemerintah khususnya infrastruktur bisa membuat efek lebih besar pada kegiatan ekonomi, sehingga aktivitas dunia usaha akan terbantu naik. Kalau investasi naik maka di Semester I-2017 dunia usaha akan kembali bergairah. "Tapi tergantung lagi daya beli. Daya beli tergantung dari kecepatan stimulus pemerintah,” ujar Juniman.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait