Lantik 109 Pejabat, Sri Mulyani Minta Target Penerimaan Tercapai

“Penerimaan sudah tiga tahun berturut-turut tidak tercapai. Maka saya tekankan tahun ini, penerimaan pajak tercapai.”
Desy Setyowati
27 Maret 2017, 21:44
Sri Mulyani
Arief Kamaludin (Katadata)

Kementerian Keuangan baru saja melantik 109 pejabat Eselon III di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Ditjen Bea dan Cukai, serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar target penerimaan tahun ini bisa dicapai.

Selama tiga tahun belakangan, penerimaan negara memang selalu meleset dari target. Maka itu, Sri Mulyani meminta Ditjen Pajak serta Ditjen Bea dan Cukai untuk berkolaborasi guna mencapai target penerimaan perpajakan yang mencapai Rp 1.498,9 triliun pada tahun ini. (Baca juga: Sri Mulyani Larang Petugas Bertemu Wajib Pajak di Luar Kantor)

“Penerimaan sudah tiga tahun berturut-turut tidak tercapai. Maka saya tekankan tahun ini, penerimaan pajak tercapai. Maka saya ingin Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai sungguh-sungguh mengejar target itu,” kata Sri Mulyani dalam sambutannya, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/3).

Ia pun meminta agar data yang didapat dari program amnesti pajak (tax amnesty) bisa dimaksimalkan untuk mengejar target penerimaan perpajakan. Selain itu, ia mendorong agar ada perbaikan sistem. (Baca juga: Penerimaan Pajak Kecil karena Data Tax Amnesty Belum Dipakai)

“Saya yakin (target) bisa tercapai. Maka kami harus bekerja keras, secara strategis dengan sistem informai yang baik,” ujarnya. Ia juga menginginkan agar Ditjen Pajak serta Ditjen Bea dan cukai untuk saling bertukar informasi.

Adapun, penerimaan dari pajak hingga 27 Februari lalu telah mencapai Rp 134,6 triliun atau naik 8,15 persen dibanding periode sama tahun lalu. Meski penerimaan menanjak, namun pencapaian ini dinilai Sri Mulyani belum maksimal.

Sebelumnya, ia pernah mengatakan, Tim Reformasi Perpajakan dan Ditjen Pajak bakal menentukan kebijakan cepat guna meningkatkan penerimaan mulai April nanti. Sejauh ini, menurut dia, tim reformasi masih melakukan evaluasi. (Baca juga: Ditjen Pajak Prediksi Google Bayar Kewajiban Pajak Bulan Ini)

“Tim reformasi dan dari pajak (Direktorat Jenderal Pajak) meminta waktu untuk mengevaluasi Maret sampai April ini,” kata Sri Mulyani. Upaya pengejaran penerimaan saat ini dianggap sulit karena amnesti pajak yang masih berlangsung.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait