Pemerintah Percepat Penambahan 11 Ribu Unit Rusun Baru

Setelah Kementerian menyelesaikan pembangunannya, Pemerintah DKI Jakarta akan menetapkan tarif sewanya.
Ameidyo Daud Nasution
3 Mei 2016, 18:28
Rusun Klender Jakarta
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

Pembangunan rumah susun (rusun) terus digeber mengingat kebutuhan tempat tinggal di tengah perkotaan makin mendesak. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan akan ada tambahan 11.196 unit rusun di DKI Jakarta. Targetnya, proyek kebutuhan dasar ini rampung pada 2017. Saat ini Kementerian mulai membangun beberapa rusun strategis.

Beberapa rusun tersebut di antaranya Rusun Pasar Minggu dengan anggaran Rp 3,5 triliun, Rusun Pasar Rumput yang berbiaya Rp 1,1 triliun, Rusun Pondok Kelapa dengan dana Rp 800 miliar, dan Rusun Kemayoran dengan anggaran Rp 200 miliar. Dua rusun, Pasar Minggu dan Pasar Rumput, akan diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan penduduk bantaran Sungai Ciliwung. Untuk Kemayoran sementara digunakan untuk perhelatan Asian Games, dan Pondok Kelapa untuk Pegawai Negeri Sipil. (Baca: Program Sejuta Rumah Terhalang Dua Aturan Pemerintah).

Direktur Rumah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Christ Robert Panusunan Marbun mengatakan hinga saat ini enam tower rusun Kemayoran dalam proses perizinan. Sedangkan Pasar Minggu, Pasar Rumput, dan Pondok Kelapa dalam tahap lelang. Rencananya, kontrak diteken Mei ini dan bulan depan. Dari semua rusun tersebut akan ada penambahan 11.196 unit. “Periode rampungnya berbeda, tapi semua tahun depan,” kata Christ di kantornya, Jakarta, Selasa, 3 Mei 2016.

Setelah Kementerian menyelesaikan pembangunannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menetapkan tarif sewanya. Sedangkan rusun Kemayoran diserahkan kepada Kementerian Sekretariat Negara setelah perhelatan Asian Games 2018 selesai -untuk media official, sponsor, dan yang terkait pesta olah raga tersebut. Sebab, rusun tersebut dibangun di atas tanah Sekretariat Negara. (Baca: Pemerintah Genjot Proyek Pembangunan Sejuta Rumah).

Advertisement

Untuk diketahui, Rusun Pasar Rumput memiliki 25 lantai bertipe 36 dengan 1.984 hunian. Sementara Rusun Pasar Minggu (tipe 36) memiliki tiga tower, dua tower setinggi 23 lantai dan satu tower 17 lantai dengan total 1.274 unit. Rusun Pondok Kelapa (tipe 24 dan 36) terdiri dari tiga tower berlantai 12 dan memiliki 512 unit. Sedangkan untuk Kemayoran (tipe 17, 24, dan 32) ada 10 tower dengan 7.426 unit.

Selain itu Kementerian juga sedang dalam tahap membangun 11.642 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 9.816 rumah susun dari satuan kerja strategis dan sisanya rumah susun Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT). Angka tersebut meningkat dari target tahun lalu yang mencapai 10.497 unit.

Sedangkan berdasarkan sasarannya, 53,8 perden dari rusun ini akan diarahkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), 13,6 perse untuk mahasiswa, 9,4 persen untuk TNI, 8,4 persen untuk Polri, 7,7 persen untuk pondok pesantren, serta sisanya untuk pekerja. Christ mengatakan, “Lokasinya beragam tapi ada di seluruh Indonesia,” ujar Christ.

Menurutnya, hingga saat ini progres fisik dari target pembangunan rumah susun tersebut baru mencapai lima persen yang senilai Rp 200 miliar. Untuk menuntaskan 11.642 unit diperlukan anggaran Rp 2,3 triliun yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Dari jumlah tersebut, penyerapan dananya mencapai 17 persen.

Rusun ini merupakan usaha Kementerian untuk mencapai pembangunan satu juta rumah pada tahun ini. Kementerian mendapatkan anggaran lebih besar guna melanjutkan program tersebut. (Baca: Hingga Maret Anggaran Penyediaan Rumah Baru Terserap 7,6 Persen).

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengatakan, selain anggaran besar, pihaknya juga mempercepat lelang kontrak sejumlah proyek untuk mengejar program sejuta rumah. “Anggaran hampir dua kali lipat, saya lihat pembangunannya bisa capai target,” ujar Basuki.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait