Pertamina dan Swasta Diminta Tingkatkan Pasokan BBM Saat Mudik

Memasuki masa mudik 2019, pasokan premium Pertamina mencapai 1,1 juta kiloliter.
Image title
20 Mei 2019, 21:42
BBM SPBU
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan pasokan BBM pada masa mudik 2019. Imbauan serupa juga ditujukan kepada PT AKR Corporindo Tbk, PT Shell Indonesia, PT Total Oil Indonesia, PT Aneka Petroindo Raya, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, dan PT Vivo Energy Indonesia.

"Kami juga imbau kepada badan usaha swasta, agar meningkatkan ketahanan pasokan BBM," kata Ketua Posko Mudik Kementerian ESDM Rida Mulyana, di saat ditemui di Jakarta, Senin (20/5).

Adapun diproyeksikan stok BBM Pertamina pada saat mudik lebaran, yaitu: premium 1,1 juta kiloliter atau setara cadangan 21 hari, pertalite 1,1 juta kiloliter dengan cadangan 21 hari, pertamax 902 ribu kiloliter atau 22 hari, pertamax turbo 34 ribu kiloliter atau 52 hari.

Kemudian, solar atau biosolar 1,9 juta kiloliter atau setara cadangan 26 hari, dexlite 45 ribu kiloliter atau 27 hari, pertamina dex 36 ribu kiloliter atau cadangan 35 hari, kerosene 108 ribu kiloliter atau 60 hari, dan avtur 615 ribu kiloliter atau 48 hari.

Advertisement

(Baca: Pertamina Hitung Ulang Kinerja Keuangan 2018, Laba Masih Tanda Tanya)

Selain itu, AKR dengan produk Akrasol diproyeksikan stoknya 132 ribu kiloliter setara cadangan 34 hari, Akra 92 4.115 kiloliter atau cadangan 103 hari. Lalu, Total dengan produk Perf sebanyak 90 969 kiloliter setara stok 159 hari, Perf 92 dengan stok 1.716 kiloliter setara kebutuhan 47 hari, dan Perf 95 dengan stok 131 kiloliter setara cadangan 19 hari.

Shell Indonesia, produk Super 92 memiliki stok 21 ribu kiloliter atau cadangan 33 hari, Vpower 95 dengan stok 9.590 kiloliter untuk 30 hari. Regular 90 memiliki stok 5.352 kiloliter untuk 127 hari, dan biodiesel memiliki stok 3.104 kiloliter untuk 32 hari.

Kemudian ExxonMobil dengan produk Mogas 92R memiliki stok 3.403 kiloliter yang cukup untuk 765 hari, BP 90 memiliki 5.325 kiloliter untuk 75 hari, BP 92 memiliki stok 979 kiloliter untuk 67 hari, BP 95 memiliki stok 255 kiloliter untuk 57 hari, BP diesel memiliki cadangan 75 kiloliter untuk 23 hari.

Lalu, Vivo Energy, produk 89 R memiliki stok 20 ribu kiloliter yang cukup untuk 1.004 hari, 90 R memiliki stok 15.180 kiloliter untuk 2.938 hari, 92 R memiliki stok 557 kiloliter untuk cadangan 10 hari, dan 95 R memiliki stok 3.210 kiloliter yang cukup untuk cadangan 616 hari.

(Baca: Mulai Bulan Ini, Pertamina Hentikan Impor Solar dan Avtur)

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait