Luhut Targetkan Pendanaan LRT Cair November 2017

Beberapa bank yang akan turut mendanai proyek LRT adalah BCA, BNI, Mandiri, BRI, sampai CIMB Niaga.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
25 September 2017, 16:01
Luhut Binsar Pandjaitan
Arief Kamaludin|KATADATA
Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat peluncuran aplikasi Go-Bluebird di Jakarta, Kamis, (30/03)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pendanaan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) akan cair dalam dua bulan. Menurutnya, beberapa bank telah berkomitmen mendanai moda angkutan massal ini.

Di antara bank-bank tersebut adalah BCA, BNI, Mandiri, BRI, sampai CIMB Niaga. "Angkanya (pinjaman) Rp 19 triliun," kata Luhut di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (25/9).

Dia juga mengatakan, dengan adanya pihak swasta berpartisipasi dalam pendanaan proyek transportasi massal ini maka porsi pinjaman bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berkurang. "Kami belum tahu angkanya karena belum final," kata Luhut.

Selain masalah pendanaan, pemerintah dan kontraktor LRT juga membahas studi pembangunan LRT dari Cibubur hingga Bogor. "Tadi kami sepakat masalah detail sudah selesai," kata Luhut.

Di antara detail yang disepakati adalah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dapat membangun jalur masing-masing moda LRT melalui Stasiun Dukuh Atas. Pemerintah memutuskan masalah persilangan jalur ini setelah melalui beberapa hari proses sinkronisasi jalur.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, adanya keterbatasan lahan sempat menjadi ganjalan dalam proses pengambilan keputusan. Namun, setelah pengukuran yang lebih detail, ternyata masih ada ruang bagi kedua operator untuk mempertemukan rute masing-masing di titik tersebut. "Jadi dua-duanya bisa masuk," kata Bambang pada kesempatan yang sama.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait