Pemerintah Dorong Ekspor Buah Tropis ke Arab Saudi

Pangsa pasar produk Indonesia masih kurang dari 1 persen dari total buah yang diimpor Arab Saudi dari seluruh dunia. Namun, nilainya terus bertambah.
Image title
16 Desember 2016, 10:32
Jokowi
Kris | Biro Pers Sekretariat Kepresidenan
Presiden Jokowi bertemu Pangeran Pangeran Arab Saudi Alwaleed Bin Talal Bin Abdulaziz Alsaud, di Istana Bogor, Minggu sore (22/5).

Arab Saudi bisa menjadi pasar potensial untuk buah tropis asal Indonesia. Peluang masuknya buah-buah tropis seperti semangka, anggur, pisang, pepaya, dan melon terbuka sangat luas.

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, M Hery Saripudin mengungkapkan, dengan iklim gurun yang suhu udaranya bisa sangat panas pada siang hari, masyarakat Arab Saudi lebih memilih buah tropis yang kandungan airnya tinggi. “Masyarakat Arab Saudi gemar mengonsumsi buah-buahan, apalagi di musim panas yang suhunya bisa mencapai 40-43° Celcius," kata Hery melalui surat elektroniknya, Kamis (15/12) malam kemarin.

(Baca juga: Jokowi Instruksikan Pemda dan BUMN Sediakan Lahan untuk Buah Lokal)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, nilai ekspor buah-buahan Indonesia (Kode HS 08) ke Arab Saudi tumbuh cukup signifikan. Pada tahun 2013 Indonesia mengekspor buah-buahan senilai US$ 2,73 juta. Angka itu tumbuh 23,17 persen pada 2014 menjadi US$ 3,36 juta. Sedangkan akhir tahun 2015 nilai ekspor buah-buahan meningkat tajam mencapai US$ 5,61 juta. atau meningkat 66,82 persen.

Sementara, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan menjelaskan, berdasarkan data statistik, pada 2015 permintaan buah-buahan impor di Arab Saudi mencapai US$ 1,4 dolar. “Ini berarti Indonesia hanya menyuplai 0,39 persen pasar buah-buahan Arab Saudi,” katanya. (Baca juga:  Mendag Usul Bangun Cold Storage Raksasa untuk Simpan Makanan)

Dengan kemampuan menyuplai kurang dari 1 persen,  pemerintah akan lebih giat melakkan sosialisasi terkait peluang ekspor buah-buahan ke Arab Saudi ke daerah penghasil buah-buahan di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi sekaligus standar baku kualitas buah-buahan agar mampu memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan Kerajaan Arab Saudi.

Di antara program sosialisasi itu adalah dengan mengundang delegasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Selatan. Sebagai perwakilan dari daerah penghasil buah-buahan, mereka akan diajak meninjau pasar buah-buahan, sayuran, dan toko Indonesia di wilayah Jeddah selama 8-16 Desember 2016.

Reporter: Muhammad Firman
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait