Grab Operasikan 200 Mobil Listrik di Singapura Tahun Depan

Penggunaan mobil listrik diklaim akan menghemat biaya opersional sehingga pendapatan mitra pengemudi meningkat 25% dibanding sebelumnya.
Desy Setyowati
24 Agustus 2018, 13:42
Grab Taksi
Arief Kamaludin|KATADATA

Grab mengumumkan kemitraan strategis dengan perusahaan utilitas Singapore Power (SP) Group, untuk menyediakan 200 mobil listrik. Pengadaan 200 mobil listrik secara bertahap akan dilakukan di Singapura pada 2019.

Kendaraan tersebut diklaim memiliki teknologi pengisian baterai yang cepat (fast charging). "Kami mendengar dari mitra pengemudi bahwa kecepatan waktu pengisian dan ketahanan baterai menjadi pertimbangan penting mereka untuk beralih ke mobil listrik," ujar Head of Grab Singapore Lim Kell Jay dikutip dari siaran pers Grab, Kamis (23/8).

Nantinya, mitra pengemudi yang menggunakan mobil listrik mendapat tarif pengisian baterai khusus dari SP Group di semua stasiun pengisian daya. Dengan begitu, akan ada penghematan biaya opersional sehingga pendapatan mitra pengemudi meningkat 25% dibanding sebelumnya. Bahkan, biaya operasional mitra diklaim akan lebih hemat 20% dibanding menggunakan kendaraan hibrida.

Ia berharap, mitra mau beralih menggunakan mobil listrik. "Dengan keterlibatan SP, Grab berada dalam posisi yang unik untuk mendorong Singapura menjadi lebih bersih dan hijau. Grab mengoperasikan armada kendaraan listrik dan hibrida terbesar di Asia Tenggara hari ini," ujar Lim.

Advertisement

(Baca juga: Cerita Nadiem Makarim Jajal Layanan Go-Jek di Vietnam)

Salah seorang pengemudi Grab Jason Ryan mengatakan, kemitraan ini memberinya akses ke lebih banyak lokasi pengisian baterai mobil listrik di Singapura. "Saya bersemangat untuk mencoba mobil listrik dengan (teknologi) fast charging ini yang memungkinkan saya memaksimalkan waktu di jalan dan meningkatkan penghasilan secara keseluruhan," kata dia.

Kepala Pengembangan Strategis SP Group Goh Chee Kiong menambahkan, mobil listrik dengan jaringan teknologi pengisian cepat ini akan menghemat waktu pengemudi dalam mengisi daya. "Ini akan membantu mereka menghemat energi dan biaya, juga mempercepat adopsi mobil listrik yang lebih luas di Singapura. Ini mendukung upaya negara untuk mengurangi polusi," kata dia.

Ia menjelaskan, kendaraan ini mampu melaju 400 kilometer (km) dengan mengisi daya hingga penuh. Sementara, mitra hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk mengisi daya hingga penuh.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait