Wajah Baru Industri Migas Indonesia

Potret industri hulu minyak dan gas nasional di era Orde Lama Orde Baru dan lanskap baru pascaReformasi
Image title
Oleh
30 Juni 2014, 10:10
Wajah Baru Industri Migas Indonesia

Deskripsi Buku

  • Ketebalan: 261 halaman 
  • Bahasa: Indonesia
  • Ukuran: 263 mm X 174mm
  • Cover: Softcover
  • Penerbit: PT Katadata Indonesia
  • ISBN: 9786021867129
  • Terbit: Mei 2014
  • Harga: Rp. 97.500,- (Termasuk PPN 10%) 
  • Belum termasuk ongkos kirim

 

Sinopsis

Indonesia bukan lagi negeri kaya minyak. Era kejayaan di tahun 1970-1990-an telah berlalu. Cadangan minyak terbukti (proven reserves) di perut bumi Nusantara kini tinggal tersisa 4 miliar barel. Padahal di tahun 1980-an, jumlahnya masih 12 miliar barel atau sekitar sepertiga cadangan Asia (di luar Timur Tengah).

Menghadapi situasi ini, upaya penemuan sumber-sumber cadangan baru gencar dilakukan. Eksplorasi bergerak dari wilayah Barat menuju Timur Indonesia. Seiring tren dunia, peran Pertamina sebagai National Oil Company (NOC) perlu diperkuat. Pelajaran dari sejumlah negara, seperti Brasil, Rusia, Norwegia, Malaysia, dan Arab Saudi bisa dipetik.

?Beberapa pengambil keputusan kurang mengerti dan salah paham dalam memandang industri migas di Tanah Air. Karena itu, buku yang secara komprehensif menggambarkan secara perjalanan industri hulu migas nasional sejak Orde Lama hingga era Reformasi."

Buku ini merupakan bacaan penting bagi para pengambil kebijakan, akademis, mahasiswa, dan pelaku bisnis.

KATA PEMBACA:
Arifin Panigoro, Tokoh Perminyakan dan Pendiri MedcoEnergi 
"Beberapa pengambil keputusan kurang mengerti dan salah paham dalam memandang industri migas di Tanah Air. Karena itu, buku yang secara komprehensif menggambarkan perjalanan industri hulu migas nasional sejak Orde Lama hingga Era Reformasi ini, merupakan bacaan penting bagi para pengambil kebijakan, akademisi, mahasiswa dan pelaku bisnis."

Faisal Basri, Ekonom Universitas Indonesia
"Membaca buku ini ibarat mengembara belantara yang karut marut. Makin hari makin tak menentu. Sumber daya alam dikelola tanpa mengindahkan tata kelola yang proper. Buku ini tidak berhenti di situ melainkan juga memberikan arahan untuk memasuki era baru: sumber daya alam yang menaburkan berkah bagi Negeri. Tinggal political will yang menggerakkannya." 

Sugiharto, Komisaris Utama Pertamina dan mantan Menteri Negara BUMN 
"Buku ini tepat waktu untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya memahami potensi, peluang dan tantangan yang dihadapi industri Migas kita."

 

Pemesanan dan informasi lain bisa menghubungi Imelda (081517480855)/Tomy (08176441906​⁠​)

Editor: Programmer
    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
    Video Pilihan

    Artikel Terkait