Contoh Surat Pribadi Kepada Guru yang Baik dan Benar

Berikut adalah contoh menulis surat pribadi kepada guru sesuai etika dengan baik dan benar dan bisa menjadi panduan di rumah.
Image title
9 November 2021, 11:16
Ilustrasi surat pribadi kepada guru
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.
Guru mendampingi siswa saat pembelajaran menggunakan layanan internet gratis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di SDN 51 Simpang Kubu Kandang, Pemayung, Batanghari, Jambi, Sabtu (30/10/2021). Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) memberikan bantuan layanan internet gratis kepada 17 sekolah dasar di daerah yang tidak ada jaringan atau sulit terjangkau jaringan internet di Batanghari.

Pada era teknologi masih belum berkembang pesat seperti saat ini, komunikasi jarak jauh paling efektif adalah dengan menggunakan surat. Komunikasi dengan surat biasa disebut dengan berkorespondensi. Banyak orang menuliskan isi hatinya melalui surat dan curahan hatinya kepada lawan tulisannya.

Surat pribadi adalah sebuah tulisan atau surat yang dibuat oleh orang tertentu kepada seseorang. Surat ini tertujuan untuk memberikan informasi atau kabar tertentu kepada orang lain.

Dalam proses pembuatannya, surat pribadi memiliki jumlah penulisan yang tidak terbatas. Anda bisa menulis dengan jumlah halaman sesukanya. Akan tetapi, untuk jenis surat ini Anda perlu menuliskan beberapa hal wajib di dalamnya.

Mulai dari tanggal, alamat yang dituju, kata untuk menyapa, pembukaan, isi serta penutup. Lalu kemudian di bagian akhir diberi nama pengirim sekaligus tanda tangannya.

Advertisement

Tidak hanya berhenti pada teknis penulisan saja, surat pribadi sendiri tujuannya tidak hanya sebatas memberikan suatu kabar atau informasi saja, namun ada juga yang membuat surat pribadi dengan tujuan untuk menceritakan isi perasaan dan hatinya kepada orang lain. Tujuannya adalah supaya orang yang menerima surat tersebut mengetahui dan ikut merasakan isi hatinya.

Tanda dan Ciri Khas Surat Pribadi

Dari sepucuk surat surat atau satu halaman apabila berbentuk digital, surat pribadi memiliki ciri khas antara lain:

1. Lazimnya, sebuah surat pribadi memiliki beberapa bentuk kata sapaan. Biasanya, kata sapaan di dalam surat pribadi sifatnya privasi atau rahasia. Selain itu, beberapa kalimat atau kata sapaan dituangkan pada surat bagian atas. Kalimat sapa juga membuat akrab antara penerima dan pengirim surat.

2. Selanjutnya pada ciri pribadi sebuah surat ada kandungan kalimat atau bahasa yang digunakan untuk menuliskan surat tidaklah terlalu resmi atau formal. Bahkan banyak yang memilih untuk menggunakan bahasa sehari-hari. Akan tetapi, meski demikian, surat pribadi harus tetap menggunakan bahasa yang santun, sopan, dan juga mudah untuk difahami oleh pembaca.

3. Pada setiap surat pribadi umumnya akan menggunakan berbagai macam jenis bahasa di dalam tulisannya. Hal ini disesuaikan dengan sang penerima dari surat tersebut.

4. Walaupun bentuknya adalah tulisan di atas surat dan sifatnya pribadi, namun enantiasa menggunakan kata-kata sapaan seperti saat bertemu secara langsung dengan sang penerima surat.

5. Mekanisme dan isi surat dari salam pembuka, isi, hingga bagian penutupnya sebaiknya memakai bahasa yang tidak formal atau menghindari bahasa yang terlalu resmi karena intinya ini adalah surat pribadi.

Contoh Surat Pribadi Kepada Guru

Setelah membaca beberapa persiapan untuk membuat sebuah surat pribadi. Kini timbul pertanyaan kepada siapakah surat tersebut akan ditujukan. Salah satu sosok yang bisa menerima surat tersebut adalah guru yang pernah mengajarkan kita, baik di bangku sekolah hingga kuliah. Hal pertama saat menulis surat kepada guru adalah etika sopan santun dan tidak boleh menulis secara serampangan. Meski demikian eakraban tetap terjaga dengan bahasa yang ringan dan juga sederhana.

Berikut contoh surat pribadi kepada guru yang dkutip dari laman Suratresmi.id:

Surabaya, 24 APril 2018

Kepada ibu guru tersayang
Ibu Indah
Jalan. Merpati No.51

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Ibu Indah bagaimana kabarnya? Alhamdulillah saya di Surabaya baik-baik saja. Semoga ibu disana sehat selalu ya, dan tambah semangat mengajar anak didik disekolah.

Alhamdulillah ibu, Reni sekarang sudah bisa melanjutkan sekolah sesuai keinginan saya . Saya sekarang sekolah di MAN 3 Surabaya ibu, seperti yang ibu katakan dulu saat di sekolah “jika kita punya keinginan kita harus mengejarnya sampai dapat”. Dan itu terus aku ingat sampai sekarang. 2 minggu lagi aku akan mengikuti lomba fisika yang diadakan oleh Universitas Brawijaya, sya minta do’anya ya supaya bisa menang dan nanti semogbisa kuliah disana juga mengambil jurusan fisika.

Reni sangat berterimakasih kepada ibu, berkat kerja keras ibu mengajariku rumus-rumus fisika sekarang, meskipun dulu Rei sangat susah diajarin. Namun sekarang saya tambah cinta dengan pelajaran ini. Buku yang ibu berikan selalu aku pelajari dan sekarang saya punya banyak koleksi buku fisika

Saya ingat selalu, dulu ibu selalu mengingatkanku saat saya mulai malas, dan menyemangatiku untuk terus dan tidak bosan dengan belajar. Karena dengan belajar tidak ada yang sia-sia, dan semuanya ada hasilnya.

Terimakasih ibu Indah, saya sekarang membuktikan bahwa memang dengan belajar yang sungguh-sungguh saya bisa menaklukkan pelajaran –pelajaran yang saya anggap sulit.

Cukup sekian surat dari Reni, minta restunya untuk lomba nanti ya bu, saya tidak meminta surat ini untuk dibalas, karena jika ibu sudah membacanya saya sudah senang sekali. Sebenarnya saya sangat rindu dengan ibu. Jika nanti saya kembali pulang ibu tidak keberatan kan jika saya silaturahmi kerumah ibu. Saya juga kangen sama putri cantik ibu, Meri.

Sekali lagi terimakasi bu Indah, semoga Allah selalu memberikan kesehatan supaya ibu terus bisa menularkan semangat kepada murid-muris ibu.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Salam rindu,

 

Reni Sumarni

Demikianlah penjelasan mengenai surat pribadi dan contoh surat pribadi kepada guru yang bisa dicontoh di rumah.

 

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait