Lelang Tiga Proyek Bendungan Baru Ditunda ke Tahun Depan

Kurang maksimalnya lelang proyek bendungan, berpengaruh pada serapan anggaran Kementerian PUPR tahun ini.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
28 Desember 2017, 20:03
Jokowi Bendungan Karian
Biro Pers - Sekretariat Presiden
Jokowi meninjau pembangunan proyek Bendungan Karian di Banten, Rabu (4/10)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan hanya enam proyek bendungan baru yang telah memasuki masa kontrak pembangunan hingga akhir tahun ini. Padahal, rencananya ada sembilan proyek bendungan yang akan dilelang pada 2017.

Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih menjelaskan proyek bendungan yang telah berkontrak adalah Bendungan Pamukkulu (Sulawesi Selatan), Bendungan Way Apu (Maluku), Bendungan Lau Simeme (Sumatra Utara), Bendungan Semantik, Bendungan Temef (Nusa Tenggara Timur), serta bendungan Marga Tiga (Lampung).

"Total enam bendungan," kata Made dalam pesan singkatnya kepada Katadata, Kamis, (28/12). (Baca: Kementerian PUPR Batal Ajak Jepang Bangun Bendungan Tiga Dihaji)

Dengan capaian yang hanya enam proyek ini, berarti masih ada tiga proyek bendungan lagi yang tertunda proses lelangnya tahun ini. Made mengatakan tiga proyek yang tersisa, akan dilelang tahun depan. Ketiganya adalah Bendungan Tiga Dihaji (Sumatra Selatan), Bendungan Sidan (Bali), dan Bendungan Bener (Jawa Tengah).

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Atmawidjaja mengatakan kurang maksimalnya lelang proyek bendungan, berpengaruh pada serapan anggaran Kementerian PUPR tahun ini.  "Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serapan anggarannya masih 88 persen," ujarnya.

Adapun bendungan teranyar yang memasuki masa kontrak adalah Way Apu. Dalam keterangan resmi Kementerian PUPR, penandatanganan kontrak bendungan senilai Rp 2,2 triliun dilakukan hari ini di Kementerian PUPR. (Baca: Dua BUMN Menangkan Lelang Proyek Bendungan 2017)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi, yakni PT PP (Persero) Tbk. dan PT Hutama Karya (Persero) tercatat memenangkan lelang konnstruksi proyek ini. Adapun proyek bendungan yang ditargetkan akan rampung pada 2022 ini memiliki volume tampung air sebesar 50 juta meter kubik, yang akan mengairi lahan irigasi seluas 10.000 ha, untuk air baku 250 m/detik, dan listrik sebesar 8 megawatt.

Kepala Bidang Wilayah Barat Pusat Bendungan Kementerian PUPR Airlangga Mardjono meningatkan agar beberapa hal seperti penggunaan ornamen lokal Maluku dipergunakan dalam pembangunan bendungan ini.

"Permasalahan teknis satu bendungan dengan lainnya macam-macam, maka kami berharap pembangunan berpegang dalam kaidah bendungannya," ujar Airlangga dalam keterangan resmi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Video Pilihan

Artikel Terkait