Realisasi Investasi Hingga September 2017 Capai 75,6% dari Target

Kepala BKPM Thomas Lembong mengaku optimistis realisasi investasi tahun ini bisa mencapai target sebesar Rp 678,8 triliun
Michael Reily
Oleh Michael Reily
30 Oktober 2017, 18:36
BKPM
KATADATA | Arief Kamaludin

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi Januari hingga September 2017 mencapai Rp 513,2 triliun atau 75,6% dari target investasi tahun ini. Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan dengan capaian tersebut, pemerintah semakin optimistis mengejar target realisasi investasi tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 678,8 triliun.

Sepanjang triwulan ketiga 2017, terjadi pertambahan realisasi investasi sebesar Rp 176,6 triliun. Terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 64,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 111,7 triliun. Realisasinya lebih tinggi 3,4% dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar Rp 170,9 triliun.

Kalau dibandingkan dengan triwulan III tahun lalu, terjadi peningkatan sebesar 13,7%. Namun, pertumbuhannya lebih rendah dari semester I 2017. “Memang melemah sedikit dari semester I yang pertumbuhannya di atas 14%,” kata Thomas kepada wartawan di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (30/10).

Meski begitu, Thomas mengaku optimistis bisa mencapai target realisasi investasi. Ada beberapa hal yang akan dilakukan BKPM untuk mengejarnya. Salah satunya dengan menjalankan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang percepatan pelaksanaan perizinan berusaha.

“Di antaranya melakukan revisi beberapa peraturan kepala BKPM untuk mewujudkan kemudahan berusaha,” ujar Thomas. (Baca: Tandingi Investasi dari Tiongkok, Pemerintah Lirik Timur Tengah)

Selain itu, BKPM juga berinovasi memanfaatkan teknologi informasi perizinan dengan single submission, digital signature, serta menjalankan langkah nyata dalam penyelesaian hambatan investasi. Harapannya, investasi dari sisi perizinan dan implementasi di lapangan akan berujung pada penanaman modal.

Thomas mengaku telah berdiskusi dengan pihak Timur Tengah dan Rusia untuk memperluas sumber investasi. Pada 2017, PMA terbesar masih disumbang oleh Singapura sebesar 25,6 persen. Kemudian Jepang 16,8 persen, Tiongkok 11,5 persen, Amerika Serikat 6,4 persen, dan Korea Selatan 5,7 persen.

Data BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan ketiga 2017 masih besar di di Pulau Jawa, yakni mencapai Rp 101,1 triliun, meningkat 15,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 75,5 triliun atau naik 11,6% jika dibandingkan 2016.

Berdasarkan sektor usaha, 5 besar realisasi investasi Juli hingga September 2017 adalah listrik, gas, dan air sebesar Rp 22,1 triliun (12,5%), perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 19,9 triliun (11,3%), industri logam, mesin, dan elektronik sebesar Rp 18,9 triliun (10,7%), pertambangan Rp 18,2 triliun (10,3%), serta industri kimia dan farmasi Rp 16,3 trilium (9,2%).

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BPKM Azhar Lubis mengungkapkan investasi tetap berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Realisasi investasi pada triwulan ketiga 2017 menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 109.711 orang dari proyek PMDN dan 176.786 dari proyek PMA.

“BPKM akan terus mengawal terealisasinya investasi yang berpotensi menyerap tenaga kerja,” kata Azhar.

Video Pilihan

Artikel Terkait