Kuasai Blok Mahakam, Kontribusi Migas Pertamina Naik Jadi 30 Persen

"Perhitungannya kalau tidak salah (kontribusi produksi) naik dari 23 persen ke sekitar 30 persen. Nanti di 2019 dengan adanya peningkatan eksplorasi, kami berharap bisa mencapai 40 persen."
Safrezi Fitra
19 Oktober 2015, 19:34
pertamina donang.jpg
KATADATA/

KATADATA - PT Pertamina (Persero) menargetkan peningkatan kontribusi produksi miyak dan gas bumi (migas) dari 23 persen menjadi 30 persen terhadap produksi nasional dalam dua tahun ke depan. Peningkatan kontribusi ini akan disumbangkan oleh produksi Blok Mahakam, yang mulai dimiliki Pertamina setelah kontraknya habis pada tahun 2017.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan Pertamina akan mendapat tambahan produksi dengan dialihkannya Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie. Dari total nasional, produksi migas Pertamina akan meningkat hingga 7 persen.   

"Perhitungannya kalau tidak salah (kontribusi produksi) naik dari 23 persen ke sekitar 30-an persen. Nanti di 2019 dengan adanya peningkatan eksplorasi, kami berharap bisa mencapai 40 persen," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/10).

Menurut Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, Blok Mahakam akan menambah produksi kondensat Pertamina sebesar 60.000-70.000 barel per hari. Dia belum bisa menyebutkan secara rinci berapa perkiraan tambahan produksi minyak dan gas dari Blok Mahakam. Dia hanya menyebutkan Blok Mahakam akan menambah produksi minyak Pertamina sebesar 10 persen.

"Sekarang produksi gas Blok Mahakam 1,3 miliar kaki kubik (BCF). Masih signifikan porsi yang didapat Pertamina di sana," ujar dia.

Sebenarnya setelah kontraknya dengan Total berakhir, blok migas yang terletak di Kalimantan Timur ini diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina. Namun, pemerintah memutuskan untuk membagi saham pengelolaan blok tersebut kepada operator lamanya, yakni Total E&P dan Inpex Corporation.

Berdasarkan keputusan pemerintah, Pertamina hanya akan mendapatkan 60 persen saham Blok Mahakam. Sisanya untuk jatah saham pemerintah daerah sebesar 10 persen. Pemegang saham lama, yakni Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation mendapat 30 persen.

Pertamina masih berharap sumbangannya terhadap produksi nasional bisa lebih dari 50 persen pada 2019. Tentunya hal ini tidak bisa terealisasi dengan hanya mengandalkan Blok Mahakam. Selain Blok Mahakam, Pertamina juga akan mengambil alih blok migas potensial lainnya.

Dwi mengatakan pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap blok-blok migas yang kontraknya akan berakhir. Jika memungkinkan, Pertamina akan mengambil alih blok tersebut setelah kontraknya berakhir.

Tahun ini, Pertamina menetapkan target produksi minyak mentah sebesar 329.000 barel per hari (bph). Target ini lebih tinggi dari realisasi produksi tahun lalu yang hanya 280.200 bph. Sementara untuk gas, Pertamina menargetkan sebesar 1,67 miliar kaki kubik per hari (bcfd). Tahun lalu produksi gas Pertamina sebanyak 1,61 bcfd.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait