Cara Menggunakan Oximeter, Penting Bagi Pasien Covid-19

Penderita Covid-19 dapat mengetahui kadar oksigen dalam darah dengan menggunakan oximeter. Berikut penjelasan cara menggunakan oximeter.
Image title
21 Juli 2021, 18:10
Penderita Covid-19 dapat mengetahui kadar oksigen dalam darah dengan menggunakan oximeter. Berikut penjelasan cara menggunakan oximeter.
Unsplash/Towfiqu Barbhuiya
Ilustrasi penggunaan oximeter

Banyak penderita Covid-19 memiliki kadar oksigen yang rendah dalam darah mereka, bahkan ketika mereka merasa sehat tanpa gejala gangguan pernapasan. Kadar oksigen yang rendah dapat menjadi tanda peringatan dini bahwa perawatan medis diperlukan.

Melansir laman web Kementerian Kesehatan, tanda dan gejala umum infeksi Covid-19 di antaranya demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi virus rata-rata adalah 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Covid-19 menyerang sistem pernapasan dan mengakibatkan penderitanya menjadi sulit bernapas sehingga tubuh kekurangan oksigen yang dapat memperburuk kondisi kesehatan, bahkan berakhir dengan kematian.

Salah satu cara untuk memantau kadar oksigen dalam darah adalah menggunakan oximeter. Dengan memantau tingkat oksigen dalam darah, penderita Covid-19 dapat mengetahui kapan harus meminta bantuan medis dan perawatan lebih lanjut. Simak penjelasan dan cara menggunakan oximeter berikut ini.

Apa itu oximeter?

Oximeter adalah alat untuk mengukur berapa banyak oksigen yang terkandung dalam darah tanpa perlu menusuk kulit dengan jarum. Oximeter juga dapat mengukur berapa jumlah denyut nadi per menit. Dalam oximeter, kadar oksigen atau saturasi oksigen adalah persentase dari berapa banyak oksigen yang terkandung dalam darah dibandingkan dengan jumlah maksimum yang mampu dibawanya.

Advertisement

Cara kerja oximeter

Alat oximeter terdiri dari sensor dan layar monitor. Sensor akan memancarkan cahaya ke dalam kulit melalui ujung jari dan mendeteksi aliran darah dengan mengukur seberapa banyak cahaya yang diserap saat melewati ujung jari. Hasilnya akan ditampilkan pada monitor. Saturasi oksigen darah (SpO2) yang tampil pada layar oximeter menunjukkan persentase saturasi oksigen, sementara jumlah denyut nadi akan ditampilkan sebagai PRbPm (Pulse Rate beats per minute).

Cara menggunakan oximeter

Cara menggunakan dan membaca oximeter sangat mudah, berikut langkah-langkahnya:

  • Pastikan untuk mendisinfeksi alat dengan pembersih sebelum dan sesudah digunakan.
  • Nyalakan unit dengan tombol daya.
  • Jika tidak menyala, periksa baterainya.
  • Istirahat dan buat tubuh rileks sebelum memasang oximeter.
  • Jepit alat di ujung jari dan tunggu hingga angka yang ditampilkan berhenti berubah.

Nilai normal saturasi oksigen dan denyut nadi

Nilai normal saturasi oksigen atau kadar oksigen normal dalam tubuh manusia adalah 95% hingga 100%. Nilai saturasi oksigen di bawah 85% menandakan tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan membutuhkan penanganan. Sementara nilai saturasi oksigen yang kurang dari 70% merupakan kondisi yang membahayakan sehingga harus segera ditangani.

Nilai denyut nadi normal untuk orang dewasa berkisar antara 60 hingga 100 denyut per menit. Secara umum, detak jantung yang lebih rendah saat kondisi normal menandakan fungsi jantung dan kebugaran yang lebih baik.

Seberapa akurat oksimeter?

Oximeter cukup akurat digunakan sebagai alat mengukur kadar oksigen dalam darah. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mengurangi akurasi pembacaan oksimetri nadi, termasuk:

  • Suhu tangan dingin
  • Menggerakkan tangan
  • Memakai cat kuku (terutama hitam, biru atau hijau)
  • Memakai kuku palsu
  • Jika Anda merokok,  tampilan angka SpO2 pada oksimeter bisa jadi lebih tinggi dari saturasi oksigen yang sebenarnya. Hal tersebut karena merokok meningkatkan kadar karbon monoksida dalam darah dan oksimeter tidak bisa membedakannya antara gas karbon monoksida dari oksigen sehingga menghitung kadar gas monoksida sebagai oksigen

Manfaat oximeter

Oximeter sangat bermanfaat untuk penderita Covid-19 atau penyakit pernapasan lainnya. Manfaat oximeter meliputi:

  • Memantau saturasi oksigen secara mudah
  • Mendeteksi dini gangguan pernapasan
  • Mewaspadai jika kadar oksigen mulai turun
  • Memberi tanda jika penderita harus segera diberi oksigen tambahan
  • Mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit

Perlu dipahami bahwa mengandalkan oximeter saja tidak cukup. Waspada tanda-tanda kadar oksigen darah mulai turun berikut ini:

  • Warna kebiruan pada bibir, kuku, atau wajah
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Nyeri dada atau sesak
  • Batuk yang memburuk
  • Kegelisahan atau ketidaknyamanan
  • Denyut nadi cepat

Jika salah satu tanda mulai terasa, Anda dapat meningkatkan jumlah oksigen dalam darah secara alami. Beberapa cara antara lain:

  • Buka jendela atau keluar untuk menghirup udara segar. Ini terlihat sederhana, tapi efeknya signifikan. Dengan membuka jendela, akan ada sirkulasi udara yang masuk sehingga dapat meningkatkan kadar oksigen darah secara keseluruhan.
  • Meletakkan beberapa tanaman dalam ruangan. Tanaman hias telah terbukti membantu memurnikan udara di dalam ruangan dengan menghilangkan karbon dioksida dan melepas oksigen sehingga dapat membantu menaikkan jumlah oksigen dalam ruangan.
  • Latihan pernapasan. Melansir laman John Hopkins Medicine, salah satu cara melatih pernapasan sederhana adalah dengan menarik napas dalam melalui hidung, hingga perut Anda mengembang di tempat tangan Anda berada. Perlahan hembuskan napas melalui hidung dan ulangi hingga rasa sesak hilang.

Apabila kadar oksigen tidak kunjung bertambah dan penderita Covid-19 semakin memburuk, segera hubungi Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait