Cek Fakta: Benarkah Vaksin Covid-19 Terhubung Jaringan 5G?

Tidak ada bukti yang bisa menunjukkan bahwa lipid dalam vaksin virus corona dapat mentransfer 5G dan bluetooth ke sel tubuh.
Safrezi Fitra
20 Agustus 2021, 12:43
vaksin, vaksin virus corona, vaksin pfizer, vaksin mrna, vaksin moderna, vaksin terkoneksi jaringan 5g, vaksin terkoneksi bluetooth, vaksin bluetooth
ANTARA FOTO/REUTERS/Soeren Stache/Pool /hp/cf
Seorang perempuan menerima suntikan pertama dari dua suntikan dosis vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 di pusat vaksinasi Metropolis-Halle, saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) terus berlanjut di Potsdam, Jerman, Selasa (5/1/2021).
GNI: Keliru
 

 

Masyarakat dunia dihebohkan dengan kabar yang mengklaim vaksin Covid-19 dapat menghubungkan orang ke jaringan 5G melalui bluetooth. Kabar ini pertama kali beredar di blog pada 2020. Kemudian, dibagikan di berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram dan Twitter dengan berbagai informasi tambahan.

Berikut narasi yang tertulis pada kabar yang beredar:

Mereka memalsukan [virus Covid-19] ini. Jadi Anda akan menerima [vaksin] ini. Jadi mereka dapat menghubungkan Anda secara biokimia ke [jaringan 5G] ini.

Bangun, pakai riasan, dan jangan dapatkan "vaksin" 5G Covid. Itu semua dibuat! Kebohongan yang mereka rahasiakan.

VAKSIN DAN BLUETOOTH SUPPORT 5G

Vaksin yang berafiliasi dengan bluetooth adalah ASTRAZENECA, PFIZER, MODERNA kecuali SINOVAC

#Pakdemudikaja Momota #Tenggelamkandemokrat2024 Rahmat Erwin Abdulllah Jonathan Christie

Cek Fakta Vaksin Covid-19 Terkoneksi Jaringan 5G dan Bluetooth
Cek Fakta Vaksin Covid-19 Terkoneksi Jaringan 5G dan Bluetooth (https://archive.vn/Cc4mD)
 

Penelusuran Fakta

Vaksin mRNA COVID-19, seperti Pfizer-BioNTech dan Moderna, mengandung nanopartikel lipid (lemak), yang digunakan untuk mentransfer RNA ke dalam sel. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa lipid ini dapat mentransfer 5G ke sel. Tidak ada bukti juga yang menyatakan 5G dapat terhubung ke lipid tersebut.

Klaim bahwa vaksin dapat menghubungkan penerima ke internet ini, ditanggapi oleh Dr Archa Fox dari University of Western, Australia. Melansir The Conversation, tetesan lipid yang terkandung pada vaksin, berfungsi untuk membantu vaksin memasuki sel tubuh.

Sebab, membran yang menyatukan sel kita juga sebagian besar terbuat dari lipid. Vaksin dan membran dapat menyatu dengan mudah, menyimpan mRNA di dalam sel.

Lalu, beberapa perusahaan pengembang vaksin lainnya, mengembangkan vaksin mRNA yang berbeda. Ada yang mencapurkan vaksin mereka dengan bahan hidrogel. Hidrogel sendiri berfungsi membantu menyebarkan vaksin secara perlahan ke dalam sel tubuh.

Sebagai informasi, para bioengineer telah menggunakan hidrogel serupa selama bertahun-tahun, dengan cara yang berbeda. Misalnya, mereka telah menggunakannya untuk membantu sel induk bertahan hidup, setelah dimasukkan ke dalam tubuh.

Penggunaan hidrogel untuk implan sel induk dan lainnya ini, yang kemudian menciptakan mitos, bahwa mereka dibutuhkan untuk implan elektronik, yang dapat dihubungkan ke internet. 

Teori konspirasi lalu menjalar, dari implan ke hidrogel ke vaksin Covid-19, terutama pada vaksin yang dikembangkan dengan teknologi mRNA. Vaksin Covid-19, menggunakan hidrogel ataupun tidak, bukan jadi masalah.

Bahan untuk vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca dan Sinovac sendiri, masing-masing dapat ditemukan secara terbuka di jurnal ilmiah, yang dapat dicari di internet.

Melansir Databoks, terdapat 20 vaksin yang telah disetujui penggunaannya di dunia. Berdasarkan data Covid-19 Vaccine Tracker, vaksin buatan Oxford/Astrazeneca menjadi salah satu vaksin yang paling banyak disetujui negara di dunia. Kemudian, disusul dengan Pfizer, Sputnik V, Moderna, Sinopharm, Janssen, Serum Institute of India, Sinovac, dan vaksin lainnya.

Kesimpulan

Virus SARS-CoV-2 memang ada. Vaksin Covid-19 yang diciptakan untuk memberi perlindungan bagi tubuh. Vaksin menstimulasi kekebalan spesifik di dalam tubuh, agar tidak tertular atau sakit berat akibat virus Covid-19.

Vaksin Covid-19 bukanlah alat untuk menghubungkan individu ke jaringan 5G, apalagi melalui Bluetooth. Klaim tersebut keliru, tidak ada bukti-bukti ilmiah yang mendukung hal tersebut. Bahan yang terkandung di dalam vaksin tidak berkaitan dengan jaringan elektronik atau internet.

 

Alfida Febrianna (Magang)

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait