BI berperan penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional guna mengendalikan inflasi dan daya beli masyarakat di tengah ancaman ketidakpastian global dan perubahan iklim.
BI menilai, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global dan terjadi pada mayoritas mata uang negara berkembang.
Rupiah anjlok dan sempat menembus Rp17.400 per dolar AS pekan lalu. Bank Indonesia menyebut pelemahan ini dipengaruhi oleh faktor global dan masih sejalan dengan mata uang kawasan.
Bank Indonesia memfasilitasi 20 UMKM kopi binaan untuk tampil di World of Coffee Bangkok 2026, memperkenalkan ragam Kopi Indonesia dan membuka peluang pasar global.
Gubernur BI Perry Warjiyo menilai nilai tukar rupiah masih undervalued karena fundamental ekonomi Indonesia, seperti pertumbuhan dan cadangan devisa, dinilai sangat kuat.
Bank Indonesia (BI) menahan BI-Rate di 4,75% demi menjaga rupiah di tengah gejolak global. Sementera itu, ekonomi domestik tetap tumbuh, ditopang konsumsi rumah tangga dan permintaan dalam negeri.
BI memastikan bauran kebijakan diarahkan untuk fokus pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik.