Di Sumatra, akan dibangun dua unit PLTU hibrida yang masing-masing berkapasitas 600 megawatt (MW). Pembangkit tersebut dijadwalkan commercial operation date pada 2032 dan 2033.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PLN melaporkan pembangkit listrik mana saja yang memiliki kebutuhan pasokan batu bara yang mendesak.
IESR menyebut ketergantungan besar pada energi fosil berisiko menekan daya saing produk ekspor hingga membuat Indonesia kehilangan momentum transisi energi.
Produsen kendaraan listrik harus memperhatikan pasokan energi dalam rantai pasoknya agar tidak merusak komitmen pengurangan emisi karbon yang telah dijanjikan.
India akan meningkatkan kapasitas PLTU hingga 46% dari kapasitas saat ini yang mencapai 210 GW, sambil menggandakan kapasitas energi non-fosil hingga 500 GW pada 2030.
Manajer Program Sistem Transformasi Energi IESR, Deon Arinaldo, mengatakan percepatan transisi energi melalui adopsi masif energi terbarukan harus dibarengi dengan pensiun dini PLTU batu bara.