Data BPS Februari 2026 menunjukkan tingkat Kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,25%, meski penurunan di perkotaan lebih lambat dibanding perdesaan, menandakan dampak kebijakan berkelanjutan.
BPS mencatat 27.173 keluarga terverifikasi sebagai keluarga yang sah dan dapat diutamakan untuk menerima bantuan stimulan rumah terkena dampak bencana Sumatra.
BPS mencatat kondisi tenaga kerja Indonesia membaik dengan penyerapan 1,37 juta pekerja baru dan tingkat pengangguran turun ke 4,74% pada November 2025.
Beberapa jam setelah BPS merilis data pertumbuhan dan kemiskinan terendah sejak 1998, Moody’s memangkas outlook utang RI jadi negatif, menyoroti risiko fiskal dan ketidakpastian kebijakan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia mengalami penurunan pada September 2025, yang terlihat dari penurunan rasio gini.
Jumlah pengangguran di Indonesia pada November 2025 dibandingkan Agustus 2024 sebanyak 7,47 juta orang, tetapi naik dibandingkan Februari 2025 sebanyak 7,28 juta orang.
Penurunan nilai tukar petani (NTP) pada Januari 2026 dipengaruhi sejumlah komoditas yang harganya turun, seperti cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah.
BPS menyatakan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang mencapai 1,2 miliar perjalanan merupakan angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.