Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) non subsidi yang terjadi secara bersamaan berpotensi memicu perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis bensin seperti Pertamax berpotensi naik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembahasan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi hampir selesai.
Bahlil menyatakan impor minyak mentah dari Rusia tidak akan berdampak negatif pada perjanjian dagang Indonesia-AS, karena kebijakan energi mengutamakan kepentingan nasional.
Penahanan harga BBM di tengah kenaikan minyak global membuat beban bergeser ke Pertamina dan SPBU swasta, memicu tekanan biaya, gangguan distribusi, dan risiko distorsi di hilir migas.
Malaysia berpotensi menghadapi krisis BBM pada Juni-Juli 2024. Pemerintah menyiapkan strategi diversifikasi sumber dan penguatan mitra dagang untuk mengatasi tantangan pasokan ini.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat total kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) nasional sebanyak 9,16 juta kiloliter (KL).