Saham-saham milik Grup Bakrie kembali mencuri perhatian pasar. Saham BUMI dan BRMS melonjak di tengah derasnya aksi beli asing, seiring masuknya Grup Salim.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) paling banyak diborong investor asing pada perdagangan saham hari perdana 2026, Jumat (2/1).
Harga saham Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kompak melonjak di tengah kenaikan IHSG sesi I perdagangan perdana 2026.
Tekanan jual investor asing membayangi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepanjang Desember 2025. Merujuk data KSEI investor asing Chengdong Corporation tercatat melego saham BUMI jelang akhir tahun.
Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 245,59 miliar pada perdagangan Selasa (23/12). Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,71% ke level 8
Saham emiten pemilik tambang emas, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Emas Merdeka Gold Tbk (EMAS) paling banyak diburu investor asing.
Harga saham emiten-emiten dekapan Grup Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kompak melesat di tengah kenaikan IHSG sesi I hari ini.
BUMI menuntaskan akuisisi 3,31 juta saham baru yang diterbitkan perusahaan tambang emas asal Australia, Jubilee Metals Limited (JML) senilai Rp 346,93 miliar.
Transaksi beli bersih atau net buy saham BUMI pada perdagangan kemarin mencapai Rp 539,81 miliar dan mendorong harga sahamnya melonjak 19,95% ke level Rp 326.