Menurut informasi yang diperoleh Katadata.co.id, pembentukan Badan Ekspor ini dilakukan untuk mengatasi masalah under invoicing export, yang membuat penerimaan negara tak optimal.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan kebijakan tersebut berpotensi mengganggu arus kas perusahaan eksportir sawit, terutama pelaku usaha dengan skala kecil dan menengah.
Klaim bahwa minyak sawit bisa mengguncang dunia memicu perdebatan. Data menunjukkan Indonesia memang dominan, tapi tidak sepenuhnya menentukan pasar global.
Gapki menyatakan ekspor CPO Indonesia diprediksi tak terdampak signifikan oleh perang Iran-AS karena 90% produk yang dikirim telah dalam bentuk setengah jadi seperti minyak goreng.