Rupiah tertekan ke level 17.721 per dolar AS imbas meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta kekhawatiran terhadap pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia.
Rupiah menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan Kamis (20/8), dibuka di level Rp 17.810 dan menguat lebih lanjut ke Rp 17.797 berdasarkan pantauan Bloomberg dan Katadata.
Nilai Tukar Rupiah melemah di pembukaan pagi ini namun berbalik menguat, dengan proyeksi analis yang beragam untuk pergerakan selanjutnya terhadap Dolar AS.
Penguatan rupiah didorong oleh data inflasi AS yang menunjukkan tekanan harga kembali termoderasi serta sentimen positif dari hasil tinjauan indeks MSCI.
Rupiah menguat tipis di pembukaan perdagangan terhadap Dolar AS, namun kemudian berbalik melemah dalam pantauan pagi ini, menunjukkan dinamika pasar valuta asing.
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan, diproyeksi terus tertekan akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah yang dorong harga minyak.
Nilai Tukar Rupiah menguat terhadap Dolar AS di awal perdagangan pekan ini, dibuka di level Rp 17.813 dan terus menguat hingga Rp 17.810 berdasarkan pantauan Bloomberg.
Dolar AS berada di bawah tekanan setelah data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS lebih rendah dari perkiraan pasar.
Kebijakan BI batasi beli dolar AS dinilai belum cukup pertahankan Rupiah, karena ancaman serius justru datang dari stablecoin seperti USDT yang bebas beredar.