Geopark Maros-Pangkep resmi menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) atau Taman Bumi Global UNESCO melalui sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis pada 24 Mei 2023.
Sempat ramai didatangi pengunjung sebelum pandemi, kondisi Gunung Karang kini memprihatinkan. Pengelola terus berjibaku mengatur strategi untuk mendatangkan pengunjung kembali.
Ekowisata Aik Berik tidak akan akan berwujud seperti sekarang tanpa keterlibatan para pemandu. Tidak sekadar bekerja, mereka terus berinovasi mengembangkan area wisata.
Baru dua dekade lalu masyarakat Aik Berik terpaksa merambah hutan untuk bertahan hidup. Kini, mereka beralih menjaga hutan melalui ekowisata yang rupanya bisa menjamin kesejahteraan.
Kelompok Tani HKm Sidomulyo III membuka ekowisata di wilayah kelola mereka untuk beradaptasi dengan aturan peralihan hutan produksi menjadi hutan lindung.
Geoforest Watu Payung berencana mengelola rantai pasok sereh wangi untuk melengkapi ekowisatanya, sekaligus membuka lapangan kerja untuk Desa Girisuko.
Pandemi Covid-19 telah melemahkan aktivitas ekonomi di Ekowisata Gunung Karang. Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan popularitas wisata alam ini.
Pengelola ekowisata terus mengembangkan aktivitas di Gunung Karang. Termasuk bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk menyediakan fasilitas kegiatan.