Akses permodalan yang disediakan oleh Holding Ultra Mikro (UMi), seperti program Mekaar dari PNM, membantu Warsilah, seorang wanita yang ekonomi keluarganya terpuruk akibat PHK suami selama pandemi.
Berkat dukungan finansial dari program Kredit Cepat (KECE) BRI sebesar Rp5 juta yang kemudian meningkat menjadi Rp7 juta, Partini dapat memperluas usahanya tidak hanya di bidang penjualan pepaya.
Mengingat kisaran target pertumbuhan kredit di tahun ini yang akan mencapai kisaran 11–12 persen yoy, kemungkinan besar BBRI akan berhasil membukukan pertumbuhan EPS mencapai 10,9 persen yoy di 2024.
Badan Usaha Milik Negara mencatatkan penyaluran kredit nasabah mikro dan ultra mikro mencapai Rp 611,2 triliun sampai Desember 2023. BUMN juga membukukan rekor 15 juta nasabah aktif program Mekaar.
Artikel HBR menyebutkan, konsep Holding UMi BRI, PNM, dan Pegadaian mampu menawarkan bantuan yang sangat diperlukan para pengusaha ultra mikro di Indonesia.
Agen BRILink Fitri mengatakan, rata-rata warga yang sebagian besar adalah petani, mengajukan pinjaman untuk modal bertani. Bahkan, sebagian demi keluar dari jerat rentenir.
BRI mendapatkan alokasi KUR terbesar untuk tahun 2024, yakni senilai Rp165 triliun atau tercatat lebih rendah dibandingkan target tahun 2023 sebesar Rp194,4 triliun.