Diskusi dengan Quincy Jones, Erick Thohir Gagas Music 20

Music 20 yang digagas Erick Thohir akan menjadi bagian dari kegiatan G20.
Tia Dwitiani Komalasari
25 Juni 2022, 19:30
Erick Thohir dan Quincy Jones
Tangkapan layar Instagram @erickthohir

Erick Thohir melakukan diskusi dengan legenda musik international, Quincy Jones, untuk merealisasikan Music 20.  Music 20 akan menjadi bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang tahun ini diselenggarakan di Indonesia.

Quincy Delight Jones Jr. adalah produser rekaman, musisi, sekaligus penulis lagu dari Amerika Serikat. Dia mencetak rekor 80 nominasi Grammy Award, 28 Grammy, dan Grammy Legend Award pada tahun 1992.

Erick Thohir dan Quincy Jones melakukan diskusi secara daring. Nampak hadir dalam diskusi tersebut Tantowi Yahya, Chandra Darusman, dan  Triawan Munaf.

“Saya jadi ingat ketika saya SMA dulu, saat usia 15 tahun di tahun 1985. Anda adalah salah satu yang memproduksi lagu We are The World’. Anda mengajak banyak seniman dan partisipan untuk gerakan tersebut,” kata Erick pada Quincy Jones, dikutip dari rekaman yang diposting di Instagram pribadinya @erickthohir, Sabtu (25/6).

"We Are the World" adalah lagu amal yang dibawakan oleh 48 penyanyi dan musisi dunia pada 1985. Mereka bergabung dengan organisasi baru bernama United Support of Artists for Africa (USA for Africa), yang akan memberikan bantuan makanan dan bantuan kepada orang-orang yang kelaparan di Afrika, khususnya Ethiopia.

Menurut Erick, gerakan seperti itulah yang ingin dibentuk dalam Music 20. Hal itu terutama di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia dan juga kendala geopolitik saat ini.

“Kami ingin membuat event M20 di samping G20, dan secara bersamaan menjalin koneksi antara masyarakat guna mendorong harapan dan memastikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik,” ujarnya.

Erick menambahkan, dia juga ingin memastikan bahwa G20 tidak hanya dibingkai sebagai hubungan antar pemerintah saja. Menurut dia, G20 juga bisa menjadi momentum untuk membuka jalinan koneksi antar masyarakat.

 “Dunia membutuhkan harapan untuk masa depan yang cerah, kami berkeinginan untuk mewujudkan kedamaian untuk kemanusiaan yang lebih beradab,” ujarnya.

Dilihat dari kondisi perekonomian, Indonesia saat ini berada di urutan ke 16 dari 20 negara anggota G20. Ekonomi Indonesia menurut besaran Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$ 1,06 triliun pada 2020. Posisi Indonesia di bawah Meksiko yang berada di urutan ke-15 dan di atas Turki yang berada di posisi ke-17.

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 Oktober 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait