Ekspor Produk Sawit RI Melonjak 60%, Ini Tiga Negara Pembeli Terbesar

Kenaikan ekspor produk sawit tertinggi adalah jenis olahan CPO dari 1,92 juta ton pada Juli 2022 menjadi 2,97 juta ton pada Agustus 2022.
Tia Dwitiani Komalasari
12 Oktober 2022, 07:50
Pekerja memuat hasil perkebunan kelapa sawit di Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (19/8).
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Pekerja memuat hasil perkebunan kelapa sawit di Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (19/8).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI menyatakan bahwa ekspor produk sawit Indonesia pada Agustus 2022 naik 60% dibandingkan bulan sebelumnya. Pengiriman ke India tercatat mengalami kenaikan tertinggi hingga 193% dibandingkan Juli 2022.

Berdasarkan catatan GAPKI, ekspor produk sawit Indonesia pada Agustus 2022 mencapai 4,33 juta ton. Jumlah tersebut naik 1,63 juta ton dari Juli 2022 yang mencapai 2,7 juta ton.

Kenaikan ekspor tertinggi adalah jenis olahan CPO dari 1,92 juta ton pada Juli 2022 menjadi 2,97 juta ton pada Agustus 2022.

"Lonjakan ekspor yang terjadi pada bulan Agustus dikarenakan pemerintah memberikan relaksasi berupa zero levy yang diperpanjang sampai Oktober 2022, dan rencananya pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, akan memperpanjang sampai akhir tahun," ujar Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, melalui keterangan tertulis, Selasa (11/10).

Advertisement

Tiga negara dengan kenaikan ekspor terbesar adalah:

1. India

Ekspor produk sawit RI ke India naik 193% dari 370,8 ribu ton pada Juli 2022 menjadi 1,086 juta ton.

2. Cina

Ekspor produk sawit RI ke Cina naik 68% atau 355 ribu ton. Pengiriman produk sawit ke Cina pada Agustus 2022 mencapai 879 ribu ton, naik dari ekspor Juli 2022 mencapai 524 ribu ton.

3. Uni Eropa

Ekspor produk sawit RI ke Uni Eropa naik 51,7% dari 334 ribu ton di Juli 2022 menjadi 506,8 ribu ton di Agustus 2022.

Mukti mengatakan, kenaikan nilai ekspor tersebut terjadi di tengah penurunan harga CPO Cif Rotterdam turun dari US$ 1.203/ton pada Juli menjadi US$ 1.095/ton pada Agustus.

Menurut dia relaksasi zero levy atau pungutan ekspor nol persen sangat membantu eksportir sehingga daya saing produk minyak sawit Indonesia makin baik di pasar global. Hal itu termasuk persaingan yang tinggi dengan minyak nabati lain.

Kenaikan volume ekspor diikuti dengan meningkatnya produk sawit nilai ekspor. Pada Agustus 2022, nilai ekspor produk sawit mencapai US$ 4,8 miliar, naik US$ 900 juta dibandingkan nilai ekspor produk sawit Juli 2022 sebesar US$ 3,8 miliar.

Sementara konsumsi produk sawit dalam negeri pada Agustus 2022 sebesar 1,841 juta ton, turun -2,2% dibandingkan dengan konsumsi bulan Juli sebesar 1,881 juta ton. Namun demikian, konsumsi dalam negeri tersebut tetap lebih tinggi dari Agustus 2021 sebesar 1,465 juta ton.

"Secara tahunan konsumsi sampai dengan Agustus 2022 sebesar 13,29 juta ton,  atau 8,5% lebih tinggi dari tahun 2021 sebesar 12.253 ribu ton," ujar Mukti.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait