Alasan Gula Darah Naik, Setya Novanto Mangkir dari Pemeriksaan

Setya Novanto mangkir dari pemanggilan pemeriksaan pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka. Alasannya, gula darah Novanto naik sehingga berimplikasi terhadap fungsi ginjal dan jantungnya.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
11 September 2017, 11:41
Rapat Paripurna DPR
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua DPR Setya Novanto memberikaan pidato pembukaan Masa Persidangan IV saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).

Ketua DPR RI Setya Novanto mangkir dalam pemeriksaan kasus korupsi proyek pengadaan Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2013 yang dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (11/9). Alasannya, gula darah Setya Novanto naik sehingga berimplikasi terhadap fungsi ginjal dan jantungnya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, gula darah Setya Novanto naik setelah berolah raga ping-pong kemarin. Hal itu berdasarkan diagnosa dari tiga dokter yang memeriksa Novanto.  (Baca: Setya Novanto Akan Jalani Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka)

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Novanto kemarin setelah berolahraga lalu kemudian gula darah naik setelah diperiksa ternyata implikasi fungsi ginjal dan tadi malam diperiksa ternyata juga ada pengaruh dengan jantung," kata Idrus di Gedung KPK, Jakarta, hari ini.

Setya Novanto saat ini tengah dirawat inap di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Idrus pun menyerahkan surat keterangan sakit Novanto kepada KPK hari ini. (Baca: Setnov Absen saat Pidato Jokowi di Paripurna DPR, Fadli Zon: Dia Lelah)

"Dengan demikian kehadiran kami mengantarkan surat yang dilampirkan serta keterangan dokter dan tentu ada beberapa hal untuk menyampaikan pada KPK bahwa dengan kondisi yang ada Setya Novanto hadir pada saat ini kondisi kesehatan tidak memungkinkan," kata Idrus.

(Baca: Jaksa Sebut Andi Narogong sebagai 'Tangan Kanan' Setya Novanto)

Idrus membantah jika mangkirnya Setya Novanto karena sengaja menolak menghadiri pemeriksaan di KPK. Idrus mengatakan, Novanto tetap kooperatif dengan KPK.

"Kami sangat menghargai proses dan mekanisme yg ditentukan oleh KPK bahwa apabila menyampaikan surat itu disampaikan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada," kata dia.

(Baca: Jadi Saksi di Pengadilan, Setya Bantah Mendalangi Korupsi Proyek e-KTP)

Idrus mengatakan, Novanto pun tak akan hadir dalam sidang praperadilan esok hari. Pasalnya, kondisi kesehatan Novanto tak memungkinkannya hadir.

"Saya kira dengan kondisi yang seperti ini tentu enggak akan hadir juga besok," kata Idrus. (Baca: Jaksa Jelaskan Fakta Keterlibatan Setya Novanto dalam Korupsi e-KTP)

KPK berencana memeriksa Setya Novanto pertama kalinya sebagai tersangka hari ini. Ketua Umum Golkar tersebut diduga berperan dalam proses perencanaan maupun pembahasan proyek pengadaan e-KTP yang merugikan negara senilai sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari total nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Penyidik KPK akan mengklarifikasi sejumlah informasi yang sudah didapatkan dari sejumlah saksi. Selain itu, KPK juga akan mengonfirmasi hasil penggeledehan dan penyitaan yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Harapan kami tentu semua saksi dan tersangka yang dipanggil kooperatif dan memenuhi panggilan tersebut," kata Febri.

 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait