Strategi Bisnis Mochtar Riady Hadapi Krisis dan Guncangan Politik

Pendiri Grup Lippo Mochtar Riady memiliki pandangan saat ekonomi belum terlalu kuat merupakan waktu terbaik untuk berinvestasi.
Miftah Ardhian
7 Juli 2017, 07:33
Riady luhut
ANTARA FOTO/Lucky R.
Pendiri Lippo Group Mochtar Riady (kanan) bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat UPH College Festival 2017 di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017).

Pendiri bisnis raksasa Grup Lippo, Mochtar Riady, punya strategi khusus dalam membangun bisnis di saat situasi ekonomi dan politik belum stabil. Mochtar memiliki pandangan saat ekonomi belum terlalu kuat merupakan waktu terbaik untuk berinvestasi.

Mochtar mengatakan kondisi ekonomi sebagai siklus yang selalu berputar dari situasi yang buruk menjadi baik.  "Jadi kalau saat berada pada siklus di bawah, kami harus masuk (berinvestasi),  maka lama kelamaan akan naik," ujar Mochtar saat ditemui di Karawaci, Tangerang, Kamis (6/7).

Mochtar, 87, merupakan orang terkaya ke-8 di Indonesia versi Majalah Forbes. Dia ditaksir memiliki kekayaan US$ 1,9 miliar dari aneka industri tersebar mulai properti, perbankan dan media. (Baca: Orang Terkaya Indonesia, CT dan Hary Tanoe Naik Peringkat)

Mochtar mengatakan sebagian pebisnis memilih mundur karena kegaduhan politik yang terjadi belakangan ini. Kegaduhan politik yang dimaksud Mochtar ketika terjadi pemilihan kepala daerah serentak di beberapa daerah, terutama saat pilkada DKI Jakarta.

"Kegaduhan-kegaduhan membuat pengusaha merasa tidak aman, melihatnya situasi menjadi tidak stabil. Tapi kami memilih masuk," kata Mochtar.

Dirinya mencontohkan, di tengah kondisi perekonomian dan kegaduhan politik ini, Lippo memilih berinvestasi dengan membangun kawasan perkotaan 'Meikarta'. Kawasan ini nantinya akan dibangun di atas tanah dengan luas 50 juta meter persegi. Tahap pertama akan dibangun 20 juta meter persegi dengan investasi yang dibutuhkan lebih dari Rp 200 triliun.

"Kami membangun Meikarta ini contohnya akan menenangkan pasar. Dengan begitu, ini mungkin akan menjadi faktor yang akan penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia, bisa menggerakan yang lainnya," kata dia.

(Baca: Gelontorkan Rp 278 Triliun Untuk 'Meikarta', Lippo Bangun 100 Gedung)

Mochtar menjelaskan, kondisi ekonomi belakangan telah menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang positif walaupun belum signifikan. Mochtar mengapresiasi kinerja pemerintah yang mencapai pertumbuhan ekonomi cukup baik di 2016 dan target yang cukup baik pada 2017. Kinerja pemerintahan, kata dia, cukup baik lantaran berhasil mencapai peringkat layak investasi dari tiga lembaga rating dunia.

Peringkat layak investasi tersebut, katanya, akan berpengaruh terhadap arus modal yang masuk ke Indonesia utamanya dari pihak asing. Grup Lippo pun akana semakin mudah mendapat pendanaan. "Ya akan lebih mudah memperoleh dana asing itu," ujarnya.

(Baca: Bos Lippo Kritik Program Rumah Murah yang Dijalankan Pemerintah)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait