Berkat Penerbangan Langsung, Turis Asal Tiongkok Serbu Indonesia

Turis asal Tiongkok paling banyak berkunjung selama Mei 2017. Sebagian besar tiba melalui Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara, yang membuka penerbangan langsung dari beberapa kota di Tiongkok.
Dimas Jarot Bayu
4 Juli 2017, 07:22
Turis wisata
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Sejumlah wisatawan tiba di dermaga Serangan, Denpasar, Bali, 21 Desember 2016.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2017 naik 1,49 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 1,14 juta kunjungan menjadi 1,16 juta kunjungan.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan sebagian besar turis yang datang berasal dari Tiongkok dengan jumlah sebanyak 152,9 ribu orang atau 13,19 persen dari total wisatawan.

Suhariyanto mengatakan wisatawan Tiongkok  membanjiri kawasan Indonesia karena pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pendapatan per kapita warga Negeri Tirai Bambu yang meningkat membuat mereka menghabiskan uang untuk berlibur.

"Turis dari China meningkat di Bali dan Manado, mereka mulai menghabiskan uang dan waktu luangnya," ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/7). (Baca: Proyek Tiga Provinsi Untuk Tiongkok)

Advertisement

Jumlah turis yang datang berkunjung selanjutnya berasal dari Singapura sebanyak 113,96 ribu orang atau 9,83 persen, Malaysia (9,62 persen), Australia (7,91 persen) dan India (4,19 persen).

BPS mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2017 melalui 19 pintu utama sebanyak 963,31 ribu. Jumlah kunjungan ini meningkat sebesar 11,51 persen dibanding tahun sebelumnya.

Para turis asing ini  paling banyak melalui pintu masuk utama Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang melonjak hingga 449,02 persen. Suhariyanto mengatakan tingginya kunjungan di Bandara Sam Ratulangi disebabkan adanya pembukaan penerbangan langsung menuju ke beberapa kota di Tiongkok.

"Karena ada pembukaan direct flight dari Manado ke beberapa kota di China itu naiknya 449 persen. Tinggi sekali kenaikan jumlah wisman di Manado," tambahnya.

(Baca: Singapura dan Tiongkok Berminat Tanam Modal di Danau Toba)

Kunjungan wisatawan untuk destinasi Lombok dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau juga mengalami peningkatan. Di Bandara Ngurah Rai, Bali, juga tercatat ada kenaikan jumlah kunjungan turis asing sebesar 2,53 persen.

Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, mengalami penurunan sebesar 3,04 persen menjadi 204,700 kunjungan. Begitu juga di Batam yang mengalami penurunan cukup signifikan yakni dari 134,200 kunjungan menjadi 112,300 kunjungan.

Adapun jumlah wisatawan yang berkunjung di luar pintu utama sebesar 195,90 ribu. Kunjungan wisatawan mancanegara di luar pintu utama masuk melalui Pos Lintas Batas (PLB) sebesar 156,05 ribu dan pintu lainnya sebesar 18,97 ribu.

Pertumbuhan pariwisata terlihat juga dari tingkat penghunian kamar (TPK) pada Mei 2017 mengalami peningkatan 0,93 poin menjadi 56,07 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut naik 0,61 poin jika dibandingkan Mei 2016.

Sementara itu secara kumulatif untuk periode Januari-Mei 2017, jumlah kunjungan turis asing ke Indonesia mencapai 5,36 juta kunjungan atau naik 20,85 persen dibandingkan dengan jumlah pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 4,43 juta kunjungan.

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait