Lantik Pejabat Kemenkeu, Sri Mulyani Ingatkan Ancaman Corona ke APBN

Sri Mulyani mengingatkan pentingnya APBN tetap berfungsi dalam upaya menjaga perekonomian tetap stabil dan bertahan di tengah pandemi corona.
Agatha Olivia Victoria
3 April 2020, 17:47
corona, pandemi corona, APBN
instagram/smindrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan pekerjaan dari rumah dalam rangka menekan penyebaran virus corona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik dua pejabat Kementerian Keuangan yakni Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Saat memberikan pidato pelantikan, Sri Mulyani mengingatkan kedua pejabat mengenai ancaman pandemi virus corona atau Covid-19 terhadap keuangan negara.

Dua pejabat yang dilantik yakni Febrio Nathan Kacaribu sebagai Kepala BKF dan Basuki Purwadi sebagai Direktur LMAN. Sri Mulyani mengenakan masker saat melantik kedua pejabat tersebut, Jumat (3/4) di Gedung Kemenkeu.

(Baca: Sisi Minus Stimulus Rp 405 Triliun dalam Penanganan Virus Corona)

Kepada Febrio, Sri Mulyani mengatakan tantangan yang perlu diantisipasi dari tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala BKF yakni mengenai krisis kesehatan yang mempengaruhi dinamika perekonomian global. Keadaan ini akan berimbas pada kondisi makro dan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Paling penting jajaran BKF menentukan langkah-langkah menyusun assessment dampak fiskal Covid-19 untuk 2020 dan masa yang akan datang," kata Sri Mulyani.

Langkah itu penting disiapkan. "Ketika keadaan ekonomi menjadi genting, yang diperlukan adalah pengelolaan kebijakan yang efektif sehingga dampak serta biaya dalam melewati situasi sulit dapat diminimalisasi," kata Sri Mulyani.

(Baca: Meski Bisnis Terdampak Corona, Pengusaha Tetap Wajib Bayar THR Pekerja)

Mantan Direktur Bank Dunia ini juga menjelaskan bagaimana langkah BKF agar dapat memperkirakan ekonomi ke depan. Tujuannnya, agar APBN tetap berfungsi dalam upaya menjaga perekonomian tetap stabil dan bertahan di tengah kondisi saat ini.

Di tengah masifnya persoalan kesehatan, Sri Mulyani juga menilai pembangunan sumber daya manusia, penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan regulasi, dan transformasi ekonomi tetap harus diperhatikan.

Di sisi lain, peran BKF untuk mengoptimalisasikan tax ratio di tengah kebijakan fiskal yang akomodatif bagi dunia usaha menurut ia sangat diperlukan. ”Gap dari sisi administrasi perpajakan contohnya merupakan area eksplorasi yang penting di tengah dilakukannya banyak relaksasi kebijakan fiskal," kata dia.

Dalam pelantikan tersebut, Sri Mulyani turut berpesan kepada Direktur Utama LMAN yang baru. Ia menjelaskan bahwa aset negara merupakan salah satu instrumen fiskal yang sangat penting.

Apalagi dalam kondisi perekonomian global yang menurun saat ini, ia menilai upaya optimalisasi aset negara yang dilaksanakan dengan cara out of the box, kreatif, mumpuni sangat diperlukan. Terutama untuk meningkatkan nilai tambah aset yang dikelola agar bisa memberi manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat.

Adapun Febrio menggantikan Suahasil Nazara yang telah diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden. Sementara Basuki menggantikan Rahayu Puspasari yang telah menjabat sebagai  Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi  Kementerian Keuangan.

Pelantikan dihadiri dengan jumlah undangan terbatas mengikuti aturan protokol keamanan dan kesehatan pemerintah, serta diikuti secara virtual oleh beberapa pejabat lainnya.

(Baca: Tak Revisi APBN 2020, Pelonggaran Defisit akan Diatur dalam Perpres)

Advertisement
Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait