IHSG Turun 0,45% di Penutupan Sesi I, Bagaimana Prediksi Pekan Ini?

Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat dan banyak negara di dunia, mempengaruhi pergerakan IHSG.
Image title
28 September 2020, 12:25
bursa saham, IHSG, IHSG september, proyeksi bursa
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama Senin (28/9) ditutup di zona merah, melemah 0,45% ke level 4.923,763. Pada pembukaan tadi pagi, IHSG sempat menguat 17,16 poin atau naik 0,35% ke posisi 4.962,95.

Pada perdagangan hari ini, investor asing masih membukukan jual bersih atau net sell sebanyak Rp 318,6 miliar dengan nilai transaksi hari ini mencapai Rp 3,6 triliun. Pelemahan ini melanjutkan pergerakan IHSG pada pekan keempat September 2020 mengalami koreksi 2,24% menyentuh level 4.945,79. Meski mayoritas mengalami koreksi, di perdagangan hari terakhir, Jumat (25/9), indeks ditutup naik 2,13%.

Bagaimana dengan IHSG sepekan ke depan?

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, IHSG pada pekan terakhir di bulan ini bergerak variatif, dimana pada awal pekan akan naik sedangkan pertengahan hingga akhir pekan berpeluang koreksi. Berdasarkan analisisnya, IHSG diramal bergerak dengan support di level 4.820 - 4.754 dan resistance 4.978 - 5.187.

Ada beberapa sentimen yang bisa mempengaruhi laju IHSG sepekan ini, seperti pasar keuangan dunia sempat mendapatkan sentimen negatif dari perkembangan paket stimulus fiskal untuk mengatasi dampak Covid 19 di Amerika Serikat. Namun, dikabarkan Partai Demokrat di DPR AS sedang menyiapkan rencana paket stimulus senilai US$ 2,2 triliun.

Hans menilai paket yang diharapkan bisa di-voting pada pekan ini, menjadi sangat penting untuk membantu AS keluar dari resesi. Apalagi, di tengah peningkatan kasus Covid-19 dan rencana lockdown kembali kegiatan di negara Paman Sam tersebut. "Lockdown membuat pemulihan ekonomi akan terganggu, maka stimulus fiskal sangat di butuhkan," kata Hans dalam risetnya.



Pejabat Federal Reserve pekan lalu berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal karena kebijakan moneter terbatas efektivitasnya dalam memulihkan perekonomian. Pernyataan ini menurunkan kredibilitas the Fed sendiri tetapi mendorong pemerintah dan parlemen segera meloloskan stimulus fiskal baru untuk mengatasi dampak covid 19.

Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat dan banyak negara di dunia, menjadi sentimen IHSG lainnya pekan ini. Di AS terjadi peningkatan kasus di Midwest. Inggris mencatat rekor kasus baru infeksi covid-19 secara harian pada Kamis pekan lalu sebanyak 1.252 dalam sehari menjadi 6.178 kasus.

"Timbul kekhawatiran gelombang kedua covid 19 terjadi di beberapa negara Eropa telah mendorong beberapa negara seperti Inggris, Jerman dan Prancis melakukan pembatasan baru," kata Hans.

Pelaku pasar dinilai akan mendapat sentimen positif dari kabar baik soal vaksin perusahaan Tiongkok yang berhasil, menjadi tambahan sentimen positif. Kabar vaksin ini ternyata hanya cuplikan pernyataan pejabat WHO sebelumnya ketika vaksin asal China memasuki uji tahap lanjutan.

Angin segar juga datang dari berita dalam negeri, dimana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim penerapan PSBB total jilid dua berhasil menekan angka kasus baru covid 19. Namun, perpanjangan PSBB jilid dua sampai Oktober, menjadi sentimen negatif bagi pasar.

"Biarpun PSBB ketat hanya diberlakukan di Ibu Kota Negara, tapi Jakarta punya kontribusi besar pada perekonomian Indonesia sehingga berpeluang menekan perekonomian Indonesia," kata Hans.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan juga menilai IHSG pada awal pekan ini, Senin (28/9), berpeluang naik. Hasil analisisnya, resistance ada di rentang level antara 5.015 hingga 4.980. Sedangkan area support ada di level 4.879 hingga 4.813.

"Tapi, penguatan ini diperkirakan bersifat sementara. Pergerakan masih akan dibayangi kecemasan akan tingginya kasus covid-19 secara harian yang telah menembus 4.000 kasus baru," kata Dennies.

Ada beberapa saham yang direkomendasikan olehnya agar bisa dipantau oleh pelaku pasar saham pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Senada, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga memprediksi peluang IHSG menguat pada perdagangan hari ini. Berdasarkan hasil analisisnya secara teknikal, IHSG bisa di-tradingkan pada level antara 4.890 hingga 4.982.

Meski diprediksi menguat secara teknikal, sentimen yang mungkin mempengaruhi pasar hari ini salah satunya kabar rencana Amerika Serikat mulai memberlakukan pembatasan ekspor untuk Semiconductor Manufacturing International Corp. Menurutnya, hal tersebut akan memberikan tamparan besar bagi industri teknologi Tiongkok.

"Tentu saja, hal tersebut seperti kembali menuangkan bensin di tengah hubungan antara Amerika dan Tiongkok di bidang kekayaan intelektual dan keamanan nasional," ujar Nico.

Menurut Nico, ada beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor saham pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait