Temui Jokowi, SBY : Tidak Baik Kalau ada Miskomunikasi

SBY mengaku tidak secara khusus membahas masalah politik, khususnya arah politik Partai Demokrat. "Saya kira kerja sama politik apa pun itu terbuka."
Ameidyo Daud Nasution
9 Maret 2017, 17:16
No image
Presiden Joko Widodo menerima Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3)

Keinginan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), akhirnya terwujud. Pada Kamis siang (9/3) ini, selama 1 jam 5 menit mulai pukul 12.15 WIB, Jokowi  menerima SBY di Istana Merdeka, Jakarta.

Usai pertemuan tertutup, keduanya muncul di beranda belakang Istana Merdeka untuk meminum teh bersama. Di atas meja, terhidang pula lumpia goreng. Selanjutnya, para wartawan diperkenankan mendekat dan mendengarkan keterangan singkat Jokowi dan SBY.

SBY mengaku bersyukur dapat bertemu dengan Jokowi. Ia menjelaskan pertemuan ini merupakan ajang mencari kejelasan alias tabayyun. Namun, sayangnya SBY tidak menjelaskan secara rinci masalah tabayyun tersebut.

Yang jelas, Ketua Umum Partai Demokrat ini mengatakan, sekarang dia mendapatkan kepastian bahwa Jokowi mempercayai dirinya akan berbuat baik bagi jalannya pemerintahan. SBY menjelaskan, seringkali terdengar informasi yang tidak patut melibatkan dirinya dan Jokowi. Ia mensinyalir informasi tersebut merebak lantaran keduanya jarang bertemu.

Oleh sebab itu, SBY menyambut baik pertemuan dengan Jokowi saat ini. "Tidak baik kalau ada misinformasi,  ada miskomunikasi antara beliau dan saya," katanya.

Lebih lanjut, SBY mengaku tidak secara khusus membahas masalah politik, khususnya arah politik Partai Demokrat. Sebab, kehadirannya sebagai mantan presiden sehingga tidak membicarakan dinamika politik secara detail dan teknis.

SBY hanya mengatakan, akan ada mekanismenya sendiri apabila cocok menyelamatkan Indonesia sebagai negara Pancasila. "Saya kira kerjasama politik apapun itu terbuka," katanya.

Di sisi lain, SBY meyakini Jokowi akan tetap sukses menghadapi ujian bangsa. Ia pun berharap pemerintahan yang dipimpin Jokowi dapat sukses, terutama mengingat saat ini sudah hampir separuh perjalanan menjabat Presiden.

"Memang jadi Presiden suka tidak tenang, kanan salah, kiri salah. Saya sampaikan ke beliau, saya alami juga selama 10 tahun (jadi Presiden)."

Sedangkan Jokowi mengamini pernyataan SBY. Presiden menjelaskan, pertemuan tersebut hanya membicarakan bagaimana mentradisikan budaya estafet pembangunan antarpemimpin secara baik. Apalagi hal ini dirasakannya baik terutama bagi masyarakat. "Kebetulan saya sudah atur waktunya untuk Pak SBY, dan kebetulan beliau sedang ada waktu," kata Jokowi.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait