Jokowi: Yang Dikerjakan akan Kelihatan Hasilnya pada Tahun Ketiga

Pada Senin malam (26/10) waktu Indonesia, Jokowi akan diterima oleh Presiden Barack Obama di Gedung Putih, Washington DC. Kedua pemimpin negara akan membicarakan empat isu.
Yura Syahrul
26 Oktober 2015, 12:26
jokowi
Katadata | Arief Kamaludin

KATADATA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui negara Indonesia memang tengah menjalani masa yang sulit di awal pemerintahannya. Namun, dia tetap optimistis kebijakan pemerintah saat ini sudah benar dan baru dirasakan manfaatnya nanti dalam jangka mengenah-panjang.

“Memang di awal sulit, memang di awal pahit. Tapi dalam jangka menengah-panjang, saya meyakini bahwa jalan yang akan kita lalui adalah jalan yang benar,” kata Jokowi saat bertemu dengan warga masyarakat dan diaspora Indonesia di Amerika Serikat (AS), di Wisma Tilden yang merupakan Wisma Duta Besar Indonesia di Washington, AS, Minggu (25/10) sore waktu setempat, dalam lawatannya ke AS, seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet.

Di awal pertemuan, Jokowi menyatakan, saat ini Indonesia menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global seperti negara-negara lain, dan kurs rupiah yang fluktuatif. Ditambah lagi, masalah kebakaran hutan dan lahan dan bencana kabut asap. Padahal, Indonesia pernah mengalami tiga booming: harga minyak, kayu, dan mineral dan pertambangan (minerba).

Namun, menurut Jokowi, Indonesia melewatkan tiga peluang tersebut dan terlalu bertumpu pada kekayaan sumber alam secara terus-menerus. “Itulah kesalahan besar kita, tidak menyiapkan industri, tidak menyiapkan investasinya, tidak menyiapkan hilirisasinya,” katanya di depan seribuan warga Indonesia dalam acara tersebut.

Karena itu, Indonesia perlu melakukan transformasi fundamental ekonomi dari yang semula selalu bertumpu pada konsumsi, penjualan komoditi dan bahan mentah menjadi fokus ke produksi, investasi dan industrialisasi. Presiden menjelaskan dua fokus utama pemerintah saat ini, yaitu pembangunan infrastruktur dan ketahahan pangan. Selain itu, mengendalikan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM). Semua kebijakan yang dijalankan pemerintah saat ini, lanjut Presiden, mungkin akan mulai kelihatan hasilnya pada tahun ketiga pemerintahannya.

Dalam pertemuan dengan warga Indonesia di Amerika, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Kepala BIN Sutiyoso,  dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.

(Baca: Di Amerika, Menteri Sudirman Temui Bos Freeport?)

Presiden dan rombongan dijadwalkan akan berada di Washington DC selama tiga hari. Pada Senin (26/10) pagi waktu setempat atau Senin malam waktu Indonesia, Jokowi akan diterima oleh Presiden Barack Obama di ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC.

Retno Marsudi menjelaskan empat pokok pembahasan antara dua kepala negara tersebut. Pertama, posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia sekaligus negara demokrasi terbesar di dunia yang toleran dan pluralis. Kedua, Indonesia adalah ekonomi terbuka yang siap meningkatkan kerjasama dengan AS dan dunia. Ketiga, posisi Indonesia yang menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Keempat, membahas masalah perubahan iklim.

Reporter: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait